6. Ada yang tanya, apa peranan saya dalam menyelesaikan sengketa kasus ini?
Sejujurnya, semata-mata karena kebesaran Tuhan saja.
Saya diinspirasikan mempertemukan Ketua umum dan ketua Dewan Kehormatan jelang deadline keputusan Dewan Kehormatan.
Saya cuma menegaskan kepentingan PWI perlu diletakkan di atas kepentingan perorangan.
Lalu saya minta keduanya melupakan peristiwa lalu, dan mulai melihat ke depan saja dengan cara yang solutif.
Kalau masih melihat ke belakang, kata saya, pasti masalah tak selesai. Pasti terus terjadi silang sengketa tanpa ujung.
Jadi, harus berlapang dada “membunuh” silang sengketa soal masa lalu.
Lalu, ayo, kita membahas ke depan. Itu pun dengan visi problem solving, bukan make problem.
Ketua umum dan Ketua Dewan Kehormatan setuju. Done.
Terjadilah penyelesaian. Itu saja. Sesederhana itu.
Tabik! ***
Wina Armada Sukardi, Sekre taris Dewan Penasihat PWI Pusat