kolom

Novelet Religi “Sang Tokoh”: [12] Keindahan Tari Kecak

Sabtu, 23 Maret 2024 | 23:58 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Oleh: Wina Armada Sukardi

SANG Tokoh masuk kembali ke arena pertandingan diiringi oleh zikir keluarganya. Suara zikir terkadang keras, terkadang lembut. 

Sementara lawan sudah bersiap di tengah. Pertarungan aneh bakal segera dimulai lagi.

Lawan memegang sebuah pistol jenis revolver. Itu di tangan sebelah kiri. Di tangan kanan ada senapan otomatis lengkap dengan pelurunya siap ditembakkan.

Dalam keadaan normal, pastilah membuat lawan ketar-ketir. Sekali tembak saja bisa mematikan.

Dari awal Sang Tokoh tetap tenang. Dia sudah banyak belajar, ketenangan merupakan separuh dari penyelesaian masalah.

Melihat lawan memakai senjata api, Sang  Tokoh tetap tenang. Walaupun tak punya pengalaman khusus, Sang Tokoh mengetahui,  pertempuran fisik adalah pertarungan yang paling sederhana. Paling purba.

Dia tidak begitu khawatir karena penanganan pertarungan dapat diperhitungkan. Sudah terukur.

Dalam analisis Sang Tokoh, pemanfatan senjata api dari lawannya, mungkin lebih merupakan pengalihan saja. Pastilah lawannya itu mempunyai strategi lain yang sengaja masih disimpan. 

Begitu tanda alam pertarungan dimulai, benar saja lawan langsung memberondong Sang Tokoh dengan rentetan tembakan bersamaan, baik dari pistol maupun dari senapan otomatis. Semuanya tepat mengarah kepada Sang Tokoh.

Sebagaimana Sang Tokoh perkirakan, pertarungan fisik masih dapat diatasinya. Sang Tokoh berkonsentrasi penuh dan dengan cepat mengirim perlambatan kepada seluruh peluru.

Walhasil, peluru seperti berjalan lambat bagaikan slow motion, dan disambut Sang Tokoh dengan mengarahkan peluru tersebut ke kiri dan kanan area. Di luar sana peluru meletus. Sang Tokoh selamat.

Dari arah penonton terdengar suara bergumam. Rupanya para penonton misterius tersebut menikmati benar pertarungan ini.

Lawan Sang Tokoh berkonsentrasi. Dia menyerang langsung Sang Tokoh dengan tubuh dirinya. Persoalannya, Sang Tokoh melihat lawannya dalam tiga orang yang sama, dan Sang Tokoh tidak mengetahui mana dari ketiganya yang asli.

Inilah tipuan untuk mengecoh lawan agar tidak mengetahui mana yang asli dan mana yang bukan.

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB