kolom

Novelet Religi “Sang Tokoh”: [5] Mendadak Khotbah Jumat

Sabtu, 16 Maret 2024 | 05:47 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Allah Maha Agung. Apa saja yang dikehendaki dapat terjadi. Kun faya kun.Tak ada yang tak mungkin terjadi, jika Allah menghendakinya. Apapun dapat terjadi. Apapun.

Sang Tokoh diberikan kemampuan mengingat yang sangat kuat. Sebelumnya Sang Tokoh penggemar baca  yang luar biasa. Segala buku, cetak maupun online, dia baca. Dari mulai filsafat, hukum, agama, kebudayaan sampai dengan soal bercocok tanam dan memelihara burung, dibacanya. 

Dalam bidang agama dia membaca ribuan buku. Dari sejarah islam, biografi Nabi Muhammad, asal usul turunnya ayat Qur'an, sejarah penyusunan hadits, telaah mazhab dan aliran dalam agama, kitab Kuning, buku para para orientalis, kejawen, tarekat, sampai bagaimana cara wudu, dan buku bagaimana menjadi khatib. 

Itulah sebabnya saat tampil sebagai khatibz Sang Tokoh sangat lancar. Baca-bacaan di awal khotbah berjalan dengan sangat baik, seakan Sang Tokoh telah terbiasa menjadi khatib.

Gaya bicaranya yang kalem, teratur, sistematis tetapi tegas, memukau sebagian besar jemaah. Para jemaah mendengarkan dengan seksama, dan ada yang sekali-kali memgangguk kepala mendengarkannya. 

“Pada kesempatan ini khatib ingin membahas mengenai makna ‘AllahuAkbar.’ Jika arti harafiah ‘AllahuAkbar’  hampir semua pasti sudah faham. AllahuAkbar jika diterjemahkan secara harafiah artinya, Tuhan Maha Besar. Tuhan Maha Agung.

Semua sudah tahu itu. Tapi apa makna AllahuAkbar dalam kehidupan dan penghidupan kita sehari-hari?” ujar Sang Tokoh.

Di sini Sang Tokoh berhenti sejenak. Dia memperhatikan para jemaah. Matanya menyisir dari saf depan sampai ke belakang, dari kiri kanan. Rupanya jemaah menanti kelanjutannya. 

Sang tokoh meneruskan penjelasannya:

“Azan didahului dengan AllahuAkbar. Begitu juga shalat, setelah niat, kita takbir AllahuAkbar. Setiap peralihan posisi selalu diawali dengan AllahuAkbar. Berapa kali selama salat kita menyebut AllahuAkbar? Ini menunjukkan kata AllahAkbar mempunyai makna yang penting. Arti yang  tidak main-main dalam kehidupan dan penghidupan kita.

Dengan menyebut AllahuAkbar, berarti kita mengakui Allah lah yang terbesar. Allah yang Paling Agung. Allah paling hebat. Jika kita telah mengakui hal tersebut, apa konsukuensinya dalam kehidupan dan penghidupan kita?

Kalau kita sudah mengakui Alllah Maha Besar, Maha Dahsyat, itu berarti kita harus memberikan yang terbaik kepada Allah. Memberikan maksimal yang dapat kita berikan. Bukan yang asal-asalan. Pemberian yang asal-asalan, yang secukupnya saja, kepada Allah, secara tidak langsung kita mengingkari Allah itu Maha Besar. Maha Hebat. Sebab pada satu sisi kita mengakui AllahuAkbar, Allah Maha Besar, tetapi pada sisi lain kita menghadapinya dengan asal-asalan. Dengan sembarangan. Dengan biasa-biasa saja. Itu kontradiksi.

Kalau kita sudah takbir menyebut AllahuAkbar, kita harus konsekuen memberikan diri kita yang terbaik kepada Allah. Kalau kita pelajar dan mahasiswa, kita harus memberikan waktu kita untuk belajar dengan sebaik-baiknya. Kita harus jadi pelajar atau mahasiswa yang dengan kemampuan terbaik. Bukan pelajar dan mahasiswa yang biasa-biasa saja. Dengan begitu, kita dapat lebih memahami ilmu pengetahuan. Kita harus jadi pelajar yang punya prestasi gemilang. 

Kalau kita pedagang,  kita juga harus menjadi pedagang yang terbaik. Bukan pedagang-pedagang kaleng-kaleng. Pedagang dengan hasil terbaik. Pedagang terbaik dalam siasat bisnis, tapi bulan pedagang dengan tipu muslihat.

Kalau kita jadi dokter, harus pula mempunyai kemampuan dan memberikan yang terbaik. Ilmu kesehatan dan penanganannya kita kuasai dengan standar tingggi, dan pasien pun perlu layanan yang memuaskan.

Halaman:

Tags

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB