Golkar Bertemu Prabowo Tanpa ARB dan Bamsoet: Isyarat Munaslub Makin Kuat

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Kamis, 28 Agustus 2025 | 10:41 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan sejumlah pengurus bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, pada Rabu, 27 Agustus 2025. (Foto: IG Bahlil Lahadalia)
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia dan sejumlah pengurus bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, pada Rabu, 27 Agustus 2025. (Foto: IG Bahlil Lahadalia)

Sejak Bahlil ditetapkan sebagai ketua umum, isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar terus bergulir.

Faksi ARB, Bamsoet, hingga kelompok muda disebut tengah menimbang langkah politik berikutnya.

Pertemuan di Istana disebut sebagai upaya Bahlil mengukuhkan legitimasi kepemimpinan sekaligus mengamankan dukungan Prabowo.

Namun, di balik pertemuan resmi itu, perlawanan diam-diam dari kelompok senior tak bisa diabaikan.

“Munaslub tinggal tunggu momentum,” ujar seorang politisi Golkar dari kubu ARB.

Dengan absennya ARB, Bamsoet, dan sejumlah tokoh lainnya, konsolidasi Golkar di Istana lebih menyerupai unjuk kekuatan satu faksi.

Isyarat Munaslub Partai Golkar pun makin terasa nyata.

Timeline Intrik Golkar Menuju Munaslub:

  • Juli 2024 – Setelah Airlangga Hartarto mundur, Bahlil Lahadalia dipilih sebagai Ketua Umum Golkar lewat forum musyawarah nasional luar biasa terbatas. Namun, sejumlah senior partai menilai proses itu lebih banyak didorong faktor eksternal daripada konsensus internal.

  • Agustus 2024 – Faksi Aburizal Bakrie (ARB) mulai menggalang pertemuan informal dengan beberapa pengurus DPP. Isu yang diangkat adalah perlunya “penyegaran kepemimpinan” melalui mekanisme Munaslub.

  • Oktober 2024 – Bambang Soesatyo (Bamsoet) bersama kelompok muda Golkar seperti Nusron Wahid dan Dave Laksono mulai intens bertemu, merancang langkah politik jika Munaslub benar digelar.

  • Januari 2025 – Bahlil memperkuat barisan loyalis dengan menggeser beberapa posisi strategis di DPP. Langkah ini justru dianggap memperlebar jarak dengan faksi senior.

  • Maret 2025 – Gelombang isu Munaslub semakin kencang. Beberapa Ketua DPD I Golkar secara diam-diam menyatakan dukungan kepada faksi ARB dan Bamsoet.

  • Agustus 2025 – Pertemuan DPP Golkar dengan Presiden Prabowo di Istana menjadi ajang unjuk kekuatan faksi Bahlil. Namun, absennya ARB, Bamsoet, Nusron, hingga tokoh senior lain mempertegas bahwa Munaslub bukan lagi isu bayangan, melainkan arah politik yang nyata. ***

Novrizon Burman, Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X