Krisis PWI Bukan Fitnah, Melainkan Buah Kepemimpinan HCB

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 22:54 WIB
Dar Edi Yoga.
Dar Edi Yoga.

Legitimasi Hukum yang Runtuh

Hudono menjadikan SK Kemenkumham sebagai bukti sah kepemimpinan HCB. Namun, fakta terbaru justru sebaliknya.

Dirjen Administrasi Hukum Umum (AHU) sudah memblokir dokumen AHU PWI Pusat karena adanya dualisme kepengurusan.

Pemblokiran itu berarti legalitas HCB tidak bisa dijadikan alasan tunggal untuk mengklaim kepemimpinan.

Apalah artinya SK jika di lapangan sebagian besar provinsi justru menolak mengakui?

Legalitas administratif tanpa legitimasi anggota hanyalah simbol kosong.

Alasan KLB yang Diabaikan

Hudono menyebut KLB sebagai aksi makar. Padahal, KLB justru lahir sebagai reaksi atas krisis kepercayaan.

Banyak pengurus daerah merasa terpinggirkan, aspirasinya tak didengar, dan akhirnya memilih mencari jalan alternatif.

KLB adalah gejala nyata kegagalan seorang ketua umum.

Kepemimpinan dinilai bukan dari seberapa kuat bertahan di kursi jabatan, melainkan dari seberapa mampu merawat kepercayaan anggotanya.

Klaim Pemersatu yang Kontradiktif

Hudono menyebut HCB sebagai sosok pemersatu.

Namun faktanya, HCB melaporkan rekan seorganisasi ke polisi, menuding pihak lain makar, lalu tampil dengan narasi persatuan.

Itu bukan wajah pemersatu, melainkan wajah pemecah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X