Tapi publik perlu tahu, jabatan Sekda bukan sekadar administratif. Ia adalah penggerak utama pemerintahan.
Di tangan Sekda-lah, RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) dijalankan, reformasi birokrasi diteruskan, dan komunikasi pusat-daerah dijembatani.
Salah pilih figur, bisa berdampak pada lambannya pelayanan dan macetnya program strategis.
Riau sedang menghadapi berbagai tantangan besar: tumpang tindih regulasi, konflik agraria, hingga krisis tata kelola lingkungan.
Dibutuhkan pemimpin birokrasi yang tidak hanya kuat secara teknis, tapi juga punya integritas dan keberanian untuk berkata “tidak” pada kompromi yang salah arah.
Publik mungkin tak ikut memilih langsung, tapi kita semua berhak mengawasi.
Karena siapa pun yang duduk di kursi Sekda nanti, ia akan berperan besar menentukan arah pembangunan dan kualitas hidup kita di Riau. ***
Novrizon Burman
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com