Oleh: Ridwan GP
MUSYAWARAH Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Riau dijadwalkan berlangsung pada Juni 2025.
Dalam forum penting lima tahunan ini, agenda utama yang menyedot perhatian adalah pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Riau periode 2025–2030—menggantikan Syamsuar, sang petahana.
Menjelang kontestasi, dua nama mulai mengerucut dan mencuri perhatian publik serta kalangan internal: Parisman Ihwan, akrab disapa Iwan Fatah, dan SF Hariyanto (SF), Wakil Gubernur Riau saat ini.
Iwan Fatah: Calon Internal
Parisman Ihwan merupakan figur internal partai yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Riau.
Tidak sekadar menyatakan niat, ia juga bergerak aktif dan sistematis untuk menggalang dukungan.
Pendekatannya menyentuh langsung akar kekuatan Golkar: para pemilik suara dari DPD kabupaten/kota serta organisasi pendiri dan yang didirikan partai.
Dari informasi yang beredar, dukungan terhadap Iwan Fatah telah mengalir dari 12 DPD kabupaten/kota se-Riau, serta dari sejumlah ormas yang terafiliasi resmi dengan Golkar.
Semua dukungan itu bahkan sudah ditransmisikan dalam bentuk tertulis ke DPP Partai Golkar—sebuah langkah politik yang tidak hanya menunjukkan keseriusan, tapi juga soliditas dukungan.
Nilai lebih Iwan Fatah bukan sekadar soal manuver atau elektabilitas internal, tetapi juga pada statusnya sebagai kader tulen Golkar.
Dalam politik Golkar, rekam jejak dan loyalitas adalah fondasi penting yang tak bisa didiskon dengan lobi semata.
SF Hariyanto: Calon Eksternal
Di sisi lain, mencuat nama SF Hariyanto, pejabat yang kini menjabat Wakil Gubernur Riau lewat kendaraan politik PDIP.
Meski belum secara terbuka menyatakan maju dalam bursa Ketua DPD Golkar, kehadiran dan aktivitas tim suksesnya menandakan ambisi yang tidak bisa dibantah.