Mereka Digadang-gadang Menjadi Ketua Golkar Riau

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Sabtu, 21 Desember 2024 | 16:15 WIB
(Dari kiri) Yulisman, Karmila Sari, dan Parisman Ihwan. (f: istimewa)
(Dari kiri) Yulisman, Karmila Sari, dan Parisman Ihwan. (f: istimewa)

Pada tahun 2008, awal mula Karmila Sari menjajaki karier politik dengan masuk ke Partai Golkar. Setahun berselang, Pileg 2019 ia terpilih menjadi wakil rakyat di Rohil, kabupaten yang dikenal dengan julukan "Kota Ikan".

Pada Pileg 2014, Karmila maju caleg DPRD Provinsi Riau dan terpilih karena memperoleh suara terbanyak ke-4 di Dapil Rohil, yakni 25.800 suara. Dan, terpilih kembali pada Pileg 2019.

Dan di Pemilu 2024, Karmila Sari naik ke menjadi caleg untuk DPR RI dari Partai Golkar. Lagi, di pertarungannya menuju Senayan itu, ia sukses meraih suara terbanyak dan mengantarkannya ke DPR RI.

Di periode pertama di DPRD Riau, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi V, membidangi urusan ekonomi dan keuangan. Bidang itu sejalan dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya berbisnis bersama keluarga.

Karmila Sari memang familiar dengan urusan ekonomi karena memang jenjang pendidikan tingginya, mulai dari S1 sampai S3, berkaitan erat dengan manajemen.

Selain itu, Karmila merupakan satu-satunya ketua fraksi dan anggota DPRD perempuan yang berhasil menyelesaikan S3, dan sempat mendapatkan penghargaan terpopuler di media sosial dari Golkar Institute.

 

Parisman Ihwan

Setelah merantau di Padang dan Jakarta, Parisman Ihwan kembali ke Pekanbaru pada 2005 dan mencoba belajar menjadi seorang pengusaha konstruksi.

Usahanya ini akhirnya diridhai Allah, walaupun di awal-awal karirnya sebagai pengusaha hanya mendapat nilai kontrak nilai Rp150 juta dari Dinas PU Kota Pekanbaru.

Saat itu, Iwan membuka perusahaan dengan nama CV Shapa Abadi pada tahun 2005. Saat itu juga, Iwan bisa masuk sebagai anggota Gabungan Pengusaha Kontruksi (Gapensi) Riau meski baru membuka usaha 6 bulan.

Pada awal-awal masuk Gapensi, meski masih anak bawang, Iwan langsung dirangkul dan diajak menjadi Pengurus Gapensi. Meskipun hanya diberi jabatan struktur paling bawah.

Lima tahun kemudian, seusai AD/ART, Gapensi menggelar Musda di Kota Dumai. Saat itu, Iwan berhasil menembus orang nomor dua, yakni jabatan Sekretaris Umum.

Berhasil mengurus Gapensi dengan baik selama lima tahun, tahun 2016 Gapensi kembali menggelar Musda. Iwan sadar diri, ia masih orang baru di Gapensi sehingga ia tak berharap banyak dalam Musda kali ini.

Namun, ternyata dalam Musda tersebut posisinya terancam. Dari sanalah muncul niatnya untuk kembali bertarung, kali ini ia bertarung memperebutkan jabatan Ketua Umum Gapensi Riau 2016-2021.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X