Novelet Religi “Sang Tokoh”: [15] Laporan Penggemar

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Rabu, 27 Maret 2024 | 17:09 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

Oleh: Wina Armada Sukardi

PEREMPUAN itu ke mana-mana membawa selembar foto wajahnya berdua bersama dengan wajah Sang Tokoh. Kedua wajah itu tersenyum. “Ini bukti saya dan dia saling kenal baik,” katanya.

Sebelumnya didampingi beberapa advokat, dia telah melaporkan Sang Tokoh ke polisi dengan tuduhan pelecehan seksual  dan percobaan perkosaan.

Menurut ceritanya, mereka bertemu dan berkenalan di sebuah acara. Foto-fotoan. Setelah itu perkenalan berlanjut.

Pada suatu saat mereka pergi makan ke sebuah hotel. Namanya Hotel Pas Ples. Rupanya diam-diam, demikian tuding perempuan ini, Sang Tokoh sudah punya rencana jahat. Dia sudah memesan kamar di hotel itu.

Selesai makan mereka berdua naik ke kamar. Nah, di kamar itulah Sang Tokoh dituding mulai berusaha menggerayangi tubuh perempuan itu, tapi ditolak. Bukannya sadar, Sang Tokoh malah nampak semakin nafsu ingin melakukan hubunan bersebadan.

Diceritakan, Sang Tokoh mencoba memeluk. Perempuan itu beronta-ronta dan sekuat tenaga mendorong tubuh Sang Tokoh sampai jatuh. Kesempatan itu dimanfaatkan perempuan yang bersangkutan melarikan diri.

“Ini saya punya bukti pembayaran makanan di restoran dan juga pemesanan kamar,” katanya menyakinkan.

Bagaimana dapat memegang bon makanan? Menurut perempuan itu, sewaktu akan membayar makan dan minuman di restoran, Sang Tokoh memintanya untuk mengecek pesanan dan perinciaan harganya. Setelah benar, barulah Sang Tokoh membayar ke kasir, sedangkan bonnya tetap di tangan perempuan itu.

“Bon restoran itu juga ada di saya sebagai bukti.”

Perempuan itu juga punya bukti pemesanan dan pembayaran kamar hotel. “Semuanya jelas atas nama dia. Ini bukti yang gak bisa disangkal lagi!” tandasnya.

Bagaimana dia mendapat bukti pembayaran dan pemesanan?

“Ketika saya berlari dari kamar dan menunggu lift, terpikir bagaimana saya nanti bisa membuktikan kasus ini benar-benar terjadi dan bukan karangan belaka? Makanya, sewaktu melarikan diri, saya cepat-cepat mampir  di front desk dulu. Saya urus pembayarannya dan minta bukti pemesannya sekalian!"

Pengakuan dan laporan perempuan ini tentu bikin gaduh. Laporannya jadi makanan empuk banyak media sosial dan media gosip.

Namun ini kali publik dari awal sudah terbelah dua. Ada yang memang langsung percaya dengan keterangan perempun tersebut. Maklumlah masalah pelecehan seks sangat peka. Kaum hawa bakal langsung berang dan ramai-ramai mengutuk pelakunya. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Rekomendasi

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB
X