Ia mendesak agar kasus ini tidak berhenti pada level kontraktor pelaksana.
“Harus ditelusuri siapa saja yang mengambil keputusan sejak penugasan, hingga mekanisme pengawasan proyek,” kata Rajasa.
Jika tidak, proyek pipa Rokan akan masuk daftar panjang megaproyek energi yang bermasalah.
Alih-alih menopang ketahanan energi, ia justru menambah daftar potensi kerugian negara yang menganga.
Ia juga meminta audit investigasi di terminal penampung Dumai, karena infonya kandungan air dalam minyak Blok Rokan cukup tinggi alias tak wajar.
Bisa jadi informasi lifting katanya 160.000 barel per hari hanya diatas kertas, tetapi faktanya kandungan minyaknya jauh di bawah itu.
"Presiden Prabowo Subianto jangan mudah percaya begitu saja apa yang dilaporkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia soal lifting," tutup Rajasa. ***