PHR juga mengaku telah mengirim surat kepada Gubernur Riau untuk menyampaikan persoalan banjir yang kerap menggenangi wilayah kerja mereka.
“Masalah banjir sudah kami laporkan ke pemerintah provinsi,” tambahnya.
Versi PETIR: Bukan karena Banjir
Keterangan itu dibantah PETIR. Menurut Andhi Harianto, tewasnya dua balita bukan akibat banjir, melainkan karena tenggelam di kolam limbah beracun.
“Kematian dua bocah itu murni karena kolam limbah beracun. Hasil sampel kami menunjukkan kandungan kimia sangat tinggi, tubuh korban bahkan membiru seluruhnya,” ujarnya.
Andhi juga menyayangkan sikap keluarga korban yang menerima tawaran pekerjaan dari pihak perusahaan.
“Kami dengar orang tua korban kini dipekerjakan di Pertamina. Kami sedih mendengar itu, sebab keadilan untuk korban seharusnya ditegakkan,” katanya.
Langkah Penyelidikan
Penyidik Polda Riau menyatakan akan melanjutkan proses penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi, termasuk warga terdampak dan keluarga korban, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kasus ini menjadi sorotan publik di Riau karena menyangkut aspek keselamatan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasional minyak dan gas bumi. ***