Kasus Dua Balita Tewas di Kolam Limbah PHR, PETIR dan Polda Tinjau Lokasi

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:37 WIB
Kasus dua balita tewas di kolam limbah PT PHR, pelapor PETIR dan Polda Riau turun ke lokasi. (f: istimewa)
Kasus dua balita tewas di kolam limbah PT PHR, pelapor PETIR dan Polda Riau turun ke lokasi. (f: istimewa)

PHR juga mengaku telah mengirim surat kepada Gubernur Riau untuk menyampaikan persoalan banjir yang kerap menggenangi wilayah kerja mereka. 

“Masalah banjir sudah kami laporkan ke pemerintah provinsi,” tambahnya.

Versi PETIR: Bukan karena Banjir

Keterangan itu dibantah PETIR. Menurut Andhi Harianto, tewasnya dua balita bukan akibat banjir, melainkan karena tenggelam di kolam limbah beracun.

“Kematian dua bocah itu murni karena kolam limbah beracun. Hasil sampel kami menunjukkan kandungan kimia sangat tinggi, tubuh korban bahkan membiru seluruhnya,” ujarnya.

Andhi juga menyayangkan sikap keluarga korban yang menerima tawaran pekerjaan dari pihak perusahaan.

“Kami dengar orang tua korban kini dipekerjakan di Pertamina. Kami sedih mendengar itu, sebab keadilan untuk korban seharusnya ditegakkan,” katanya.

Langkah Penyelidikan

Penyidik Polda Riau menyatakan akan melanjutkan proses penyelidikan dengan memanggil sejumlah saksi, termasuk warga terdampak dan keluarga korban, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

Kasus ini menjadi sorotan publik di Riau karena menyangkut aspek keselamatan lingkungan dan tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasional minyak dan gas bumi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X