Ketum DPP Bapera Tegaskan Ekonomi Indonesia Harus Berbasiskan 'Fair Trade' Bukan 'Free Trade'

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Kamis, 5 Januari 2023 | 21:08 WIB
Ketua Umum DPP Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq, bersama keluarga di Kota Koln, Jerman, Rabu (4/1/2023). (f: istimewa)
Ketua Umum DPP Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq, bersama keluarga di Kota Koln, Jerman, Rabu (4/1/2023). (f: istimewa)

JERMAN, RIAUSATU.COM – Semoga di tahun 2023 ada resolusi baru buat bangsa Indonesia dan mengambil pelajaran pada tahun 2022 untuk terus berbenah menjadi yang terbaik, khususnya untuk diri sendiri dan keluarga serta kemaslahatan orang banyak.

Harapan itu dilontarkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera), Fahd El Fouz A Rafiq melalui pesan WhatsApp dari Kota Koln, Jerman, kepada media siber ini, Kamis (5/1/2023).

"Ada sebuah road map berkelas sehingga hidup kita tidak monoton, pasca dilepasnya PPKM oleh Bapak Presiden Joko Widodo pada Desember 2022 lalu," ujar pria yang akrab dipanggil Fadh A Rafiq ini.

Menurutnya, pada G20 di Bali tahun lalu dunia hanya berfokus beberapa negara saja khususnya pada Tiongkok, USA, dan beberapa negara di eropa; dan ada rapat di dalam rapat karena ulah Joe Biden.

Di awal tahun 2023, ungkapnya, pembahasan global masih menitik beratkan pada Amerika, China, Rusia, dan Ukraina. Bahkan, Rusia menyerang Ukraina, di samping ketegangan antara USA dan China.

"Kita harus mampu melihat analisanya dan kedalaman keilmuannya, khususnya mengimplementasikan knowledge untuk kehidupan bernegara," ucap mantan Ketua Umum AMPG ini.

Jika kembali ke persamaan level playing field (kesamaan cara bermain) yang sedang Amerika tekan kepada China, tanya Fahd A Rafiq, apa yang mau disamakan?

"Ideologi Amerika adalah demokrasi, ideologi China adalah komunisme. Amerika adalah swasta murni (Market Driven), China adalah Government Driven, itu  cara mereka mengelola ekonominya."

Mantan Ketua Umum KNPI itu mengatakan, Amerika adalah capitalism, China adalah state capitalism, level playing field-nya beda sekali.

Amerika ingin menerapkan demokrasi sebagai landasan berdagang, dan menggunakan alat penekan tarif masuk tinggi terlebih dahulu terhadap China, bebernya.

Dia menambahkan, Amerika sangat anti dengan State Capitalism karena untuk menegakkan state capitalism harus menggunakan state autoritarian (menggunakan kekuatan reperesif tangan besi), menekan pasar menggunakan kekuatan negara.

"Negara seakan menjadi fasis, sehingga pasar bebas seakan tidak ada. Itulah kapitalisme melihat State Capitalism," imbuh pria bergelar Master of Management bidang ekonomi ini.

Melihat negara berbisnis berbasis BUMN gaya heavy on Government dan less to private atau semuanya pemerintah dan kurangnya peran swasta, menurutnya, adalah ideologi yang harus diterapkan jika sebuah negara ingin menggunakan dana obor China harus Government Driven, itu terjadi di Srilanka, Afrika, Papua Nugini, dan banyak negara lainnya.

Frame work demokrasi ekonomi dan state driven ekonomi, terang Fahd A Rafiq, adalah dua ideologi berbeda yang menjadi titik awal perang dagang.

Ini jenis perang baru, senjatanya bukan pistol dan bedil-bedilan. Tapi saat ini diawali perang tarif, dilanjutkan dengan pelarangan produk untuk masuk ke USA, sampai dilarang menggunakan layanan google.

Lalu, bagaimana melihat perang ini bagi Indonesia dan adakah solusinya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X