"Agar mudah memahaminya negara mana yang menggunakan state capitalism yaitu jika mau masuk ke sebuah negara mereka minta Goverment Guarantee. Negara mana yang menggunakan swastanya pada saat deal b to b, tapi senatornya bahkan presidennya ikut menekan sebuah negara. Hal seperti ini harus kita curigai," tukasnya.
Solusi
"Jadi apa langkah kita ke depan? Yaitu, kita menggunakan ekonomi Pancasila. Apa itu ekonomi Pancasila? Yaitu, ekonomi berbasis fair trade keadilan, bukan free trade," sarannya.
Kembali ke topik perang dagang, tutur Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar ini, state capitalism dan swasta pasar bebas tindakan Amerika melindungi swastanya, tindakan China melindungi komunismenya.
"Indonesia sekali lagi harus menerapkan ekonomi Pancasila berbasis fair trade diawali dengan membangun kekuatan dalam negeri. Bangun kekuatan diri sendiri, cukup membuat kebijakan ekonomi baru berbasis produk lokal," pungkas Fahd A Rafiq. ( )