JAKARTA, RIAUSATU.COM - Harga minyak dunia melonjak lebih dari 3 persen pada perdagangan awal Asia, Senin (20/7/2026). Kenaikan dipicu memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengganggu arus pengiriman energi melalui Selat Hormuz.
Mengutip The Business Times, seperti dilansir kompas.com, harga minyak mentah Brent naik 2,75 dollar AS atau 3,12 persen menjadi 90,85 dollar AS per barrel. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 2,56 dollar AS atau 3,10 persen menjadi 85,05 dollar AS per barrel.
Lonjakan harga terjadi setelah Teheran menyatakan gencatan senjata antara AS dan Iran secara efektif telah berakhir.
Perkembangan itu meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global melalui Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.
Serangan balasan kedua negara dalam sepekan terakhir tidak lagi hanya menyasar target militer. Serangan juga menghantam jembatan, fasilitas utilitas, dan pelabuhan.
Situasi tersebut dinilai memperkecil peluang kedua negara kembali menerapkan gencatan senjata yang sebelumnya sempat disepakati.
Perusahaan minyak Kuwait Petroleum juga menyatakan Iran menyerang sebuah fasilitas minyak pada Sabtu (18/7/2026). Serangan itu mengakibatkan kerusakan material yang cukup besar.
Kuwait menjadi sasaran utama serangan balasan Iran. Bahrain juga menjadi target serangan. Israel pada Minggu (19/7/2026) mengklaim berhasil mencegat sebuah pesawat nirawak Iran di dekat perbatasan Israel dan Suriah.
Media Iran melaporkan pasukan AS turut melancarkan serangan ke Pulau Qeshm di Teluk Persia. Serangan juga menyasar sejumlah kota di Iran bagian selatan, termasuk Shadegan, Sirik, dan Hajiabad.
Angkatan Laut Iran mengatakan telah menghentikan empat kapal tak dikenal yang mencoba melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang disebut tidak aman setelah mengabaikan peringatan.
"Dua kapal mengalami insiden dan berhasil dihentikan, sementara dua kapal lainnya membatalkan pelayaran dan berbalik arah," demikian pernyataan Angkatan Laut Iran.
AS juga dilaporkan kembali menerapkan blokade di Selat Hormuz.
Serangan Iran terhadap kapal di sekitar jalur tersebut turut mengganggu sistem pengangkutan bergantian (shuttle run) yang digunakan negara produsen Teluk Persia untuk mengirimkan muatan minyak.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei pada Sabtu turut memperingatkan AS. "Kami akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah mereka lupakan," kata Khamenei.***