JAKARTA, RIAUSATU.COM-Pemerintah menjamin harga BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis solar, tidak akan naik sampai akhir 2016. Tapi ada syaratnya lho.
Untuk subsidi solar, pemerintah mengusulkan dipotong dari Rp 1.000 (APBN 2016) menjadi Rp 500 per liter. Angka subsidi dengan syarat harga minyak dunia tidak melebihi US$ 65 per barel. Saat ini, harga minyak dunia mencapai US$ 50 per barel.
Direktur Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, pemerintah telah melakukan simulasi atas pengurangan subsidi solar, jadi tidak perlu takut akan ada kenaikan.
''Subsidi solar kedepan ditetapkan menjadi Rp 500 tadinya Rp 1.000 dalam 6 bulan ke depan. 6 bulan kedepan subsidi solar akan berkurang 500. Dan kita sudah kalkulasi dengan harga minyak saat ini dan delta positif 3 bulan terakhir,'' kata Wiratmadja di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (15/6/2016), sebagaimana dilansir inilah.com.
''Nah, kalau harga minyak dunia stabil seperti sekarang, naik sedikit, trennya bisa sesuai dengan hitung-hitungan kami. Maka harga BBM, Insha Allah enggak akan naik sampai Desember ini,'' lanjut Wiratmaja.
Namun kata Wiratmaja, jika harga minyak dunia tiba-tiba melonjak diatas US$ 65 /barel, dengan sisa waktu 6 bulan ini, kemungkinan harga solar akan mengalami kenaikan juga mengikuti harga penyesuaian. ''Kecuali ada lonjakan yang sangat tinggi. Kalau trennya sesuai proyeksi, sesuai pooling Reuter itu kan stabilitas harga minyak 50 dolar AS per barel,'' ungkapnya.
''Ini harga minyak mentah dunia, kalau sudah di atas USD 60 harus pertimbangan hitung ulang. Kalau 50 dolar AS per barel masih dalam proyeksi,'' tandas Wiratmaja. (dri)