Konflik Menteri ESDM vs Dirut PGN soal Pengelolaan Gas, Ini Kata Kurtubi

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Jumat, 16 Mei 2025 | 15:42 WIB
Kurtubi, pengamat energi dan migas. (f: internet)
Kurtubi, pengamat energi dan migas. (f: internet)

Sebaliknya, Bahlil menyampaikan bahwa data lapangan menunjukkan peningkatan produksi gas nasional. Ia merujuk kunjungannya ke Kalimantan Timur, Rabu (30/4/2025), yang mencatat adanya peningkatan lifting gas dari beberapa proyek baru.

"Penambahannya datang dari ENI, Mubadala, dan beberapa sumur lainnya," ujarnya.

Perusahaan migas asal Italia, ENI, disebut akan mulai berproduksi pada 2028 dengan estimasi output sebesar 1.500 MMscfd dan 90 ribu barel kondensat per hari.

Proyek ini berperan penting dalam mengalirkan gas dari FPU Jangkrik ke fasilitas pengolahan di Senipah dan kilang LNG Bontang.

Sebelumnya, Direktur Utama PGN, Arief Setiawan Handoko, memaparkan bahwa proyeksi neraca gas nasional menunjukkan tren penurunan pasokan yang mengkhawatirkan.

Selain di Sumatera bagian selatan dan Jawa Barat, defisit juga diperkirakan akan terjadi di Sumatera bagian utara mulai 2028, dengan kekurangan mencapai 96 MMscfd hingga 2035. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hore! Bansos PKH Tahap 3 2026 Segera Cair

Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:43 WIB

Utang Luar Negeri RI Tembus Segini

Jumat, 17 Juli 2026 | 08:29 WIB

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB
X