Maka menurut dia, semua pihak harus menyatukan kembali tentang sikap kebersamaan ke depan, LAM Riau membuka ruang itu karena LAM Riau dalam arti serumpun, bukan hanya Melayu Riau, jadi LAMR terbuka untuk semua etnis dan kalangan.
"Kalau Payahkumbu sudah punya kota dan kabupaten, begitu juga Solok sudah punya kota dan kabupaten, dan ini cukup menjadi ukuran agar kabupaten di Riau segera dimekarkan," katanya.
Marjohan berharap pertemuan dengan para inisiator ini bukan yang pertama, dan LAMR akan membentuk tim untuk menindaklanjuti wacana ini.
Menurut dia apa yang wacanakan ini adalah niat baik untuk kemajuan Riau. "Tidak sampai kebaikan ke kita, tapi nanti akan sampai ke anak cucu kita. Kita harus bicarakan ini lebih lanjut secara konsep bukan lagi berbicara di kedai-kedai kopi," kata Marjohan.
Ketua Tim Inisiator Pemekaran Haji Syamsul Rakan Chaniago dalam kesempatan itu mengungkap wacana pemekaran ini tak lain karena kerisauan hati yang dalam.
"Riau yang selama ini dikenal sebagai negeri kaya raya, semua ada, namun faktanya kita tertinggal jauh, sangat jauh," katanya.
Menurut mantan hakim agung ini, pemekaran wilayah baru akan merangsang pertumbuhan berbagai sektor, mulai dari pembangunan, pemerintahan, sosial dan ekonomi.
"Sebagai contoh Pekanbaru. Luas Pekanbaru saja jauh melebihi Jakarta, bagaimana dengan wilayah kabupaten lainnya seperti Inhil yang sebenarnya semuanya ada di sana, termasuk SDA yang berlimpah namun pembangunannya masih sangat miris," katanya.
Sebelumnya, Tim Inisiator Pemekaran Kabupaten/Kota Provinsi Riau juga telah menggelar pertemuan dengan para tokoh/pemuka masyarakat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Riau (FKPMR) dan Ketua DPRD Riau dan ketua dan anggota Komisi II DPRD Riau.
Dalam pertemuan itu, FKPMR menyatakan dukungan wacana pemekaran kabupaten/kota, sementara para pimpinan legislator Riau termasuk Komisi II DPRD Riau bersepakat untuk membentuk Tim Pansus untuk mendalami wacana pemekaran yang mencuat.
Tim inisiator juga telah mengagendakan pertemuan dengan para tokoh DPD RI asal Riau dan juga Gubernur Riau Syamsuar untuk kemudian audiensi ke Komisi II DPR RI. ***