Ketua Komisi I DPRD Riau, Eddy A. Mohd Yatim, menyambut baik kedatangan para tokoh/pemuka masyarakat lintas etnis yang tergabung dalam Tim Inisiator Pemekaran Kabupaten/Kota Provinsi Riau, Rabu (11/1/2023).
"Dan sebenarmya, soal pemekaran saya sudah berkeliling, khususnya untuk pemekaran Provinsi Riau pesisir. Ke Dumai, Pelalawan, Siak, Meranti saya sudah keliling," katanya, dalam pertemuan itu.
Menurut dia, pemekaran kabupaten di Riau sudah menjadi hal yang patut untuk dilakukan, dan semua kepala daerah yang akan dimekarkan harus setuju.
"Dulu saya sudah sampaikan wacana pemekaran ke Komisi II DPR RI, namun sayang setelah sampai di sana muncul wacana moratorium sehingga wacana itu tertunda," katanya.
Menurut dia, wacana pemekaran ini adalah hal yang memang harus diperjuangkan karena demi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang merata khususnya untuk wilayah-wilayah desa.
Dia katakan, sebelumnya telah ada rencana lima daerah baru atau pemekaran yang telah masuk ke DPRD Riau.
Kelima daerah pemekaran itu kata dia yakni Kota Bagan Batu (Kabupaten Rokan Hulu), Kota Duri (Kabupaten Bengkalis), Rokan Darusalam (Rokan Hulu), Kampar Kiri (Kabupaten Kampar), dan Indragiri Selatan (Kabupaten Indragiri Hilir).
"Ini sudah masuk ke dewan sekitar delapan tahun lalu," katanya.
Pemekaran Pemecah Masalah
Anggota Komisi I DPRD Riau Dapil Dumai Abdul Kasim mengungkap, Riau merupakan provinsi dengan SDA yang melimpah, namun pembangunannya sangat minim.
"Maka harus ada pemekaran sebagai pemecah masalah itu, agar pembangunan lebih kencang," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, harus ada kajian-kajian yang kuat agar semuanya terealiasi.
"Semua LAM di Riau harus mendukung wacana ini, jangan ada egoisme. Saya semangat untuk pemekaran Riau," katanya.
Ungkapan mendukung pemekaran kabupaten di Riau juga mendapat dukungan anggota Komisi I lainnya, seperti Suprianto dan Mardianto Manan.
"Saya sangat mendukung kegiatan ini,
kami tahun 1999 telah ikut dalam membentuk Kuansing dan sekarang saya kembali mendukung wacana ini," katanya.
Namun merujuk pada mikronya, menurut dia harus ada tim kecil di tiap kabupaten yang ingin dimekarkan.