Dilantik Jadi Sekda Riau Malam Ini, Sejarawan OK Nizami Jamil Ungkap Latar Belakang Keluarga Syahrial Abdi

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Jumat, 29 Agustus 2025 | 19:01 WIB
Syahrial Abdi.(f: ist)
Syahrial Abdi.(f: ist)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Pemerintah Provinsi Riau akan memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif yang baru. Syahrial Abdi, seorang birokrat tulen yang memiliki jejak karir cemerlang, resmi dilantik pada Jumat (29/8/2025) malam.

Namun, di balik kiprahnya di dunia birokrasi, ternyata Syahrial Abdi merupakan cucu dari seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia dan ulama terpandang.

Syahrial Abdi adalah cucu dari Almarhum Haji Imam Ismail bin Bidin, yang lebih dikenal dengan julukan Imam Sabun. Julukan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan karena kakeknya dikenal sebagai sosok yang cerdas dan ahli dalam bernegosiasi

Jejak perjuangan Haji Imam Ismail sudah dimulai sejak lama. Sejarawan dan Budayawan Riau, Orang Kaya (OK) Nizami Jamil, mengungkapkan bahwa kakek Syahrial Abdi itu memiliki peran penting pada masa Kesultanan Siak. 

"Dengan titah dan perintah dari yang maha mulia tuanku Sultan Assaidis Syarif Abdul Djalil Saifoedin, Haji Ismail diangkat menjadi Imam Jumat," ujar OK Nizami Jamil,  dilansir riau.go.id.

Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Surat Angkatan Kesultanan Siak nomor: Regno.5/1940, tertanggal 10 Januari 1940. Hal ini menunjukkan betapa besar kepercayaan Kesultanan Siak terhadap sosok Haji Imam Ismail. Ia tidak hanya menjadi imam salat, tetapi juga seorang tokoh yang dihormati dan disegani.

Peran Haji Imam Ismail tak berhenti di masa Kesultanan. Di masa perjuangan kemerdekaan, ia dikenal sebagai pejuang sekaligus Imam Jawatan Qadhi Kesultanan Siak. Ia berjuang tidak hanya secara fisik, tetapi juga ahli dalam siasat dan negosiasi. 

"Dengan keahliannya tersebut, beliau digelar 'Imam Sabun', licin dalam berunding dan dalam ilmu keagamaannya," tutur OK Nijami Jamil.

Perjuangannya pun diakui secara resmi oleh negara. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pertahanan Keamanan Panglima Angkatan Bersenjata dengan nomor: Skep/956/VIII/1981, yang dikeluarkan di Jakarta pada 15 Agustus 1981.

Surat itu memutuskan dan menganugerahkan Gelar Kehormatan Veteran Pejuang Kemerdekaan RI kepada Haji Imam Ismail.

OK Nijami Jamil memiliki kenangan masa kecil yang mendalam dengan almarhum Haji Imam Ismail.

Ia mengisahkan bahwa ketika berumur 11 tahun, ia sangat akrab dengan Haji Imam Ismail. Ayahnya, Orang Kaya (OK) Muhammad Jamil, seorang Wedana Siak pada tahun 1950-1953, merupakan sahabat dekat Haji Imam Ismail. 

"Mereka sering bermain bola kaki dan berbagi cerita sambil menikmati kopi kental kesukaan mereka," ungkapnya.

OK Nijami Jamil juga mengungkapkan peran Haji Imam Ismail dalam momen penting sejarah Riau. Ia ikut menyaksikan penyerahan mahkota emas, senjata, dan harta Kesultanan Siak yang disumbangkan untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Menurut OK Nijami Jamil, nama Imam Sabun sangat terkenal di Siak. Dia juga pernah menjadi anggota komando yang menjaga keamanan wilayah Mandau, Siak, menunjukkan keberaniannya dalam mempertahankan keamanan daerah. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X