Sim Salabim: Pagi Lobi PLN, Sore Dapat Proyek Listrik Bawah Laut!

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Rabu, 11 Juni 2025 | 19:48 WIB
Sayed Abubakar Assegaf, mantan anggota Komisi VII DPR RI. (f: istimewa)
Sayed Abubakar Assegaf, mantan anggota Komisi VII DPR RI. (f: istimewa)

Menurut Sayed, pembangunan infrastruktur kelistrikan bukan perkara sulap. Ada serangkaian proses teknis dan administratif yang rumit: studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, izin lintas kementerian, sampai persetujuan investasi multi-years.

Tak ada yang bisa dipangkas hanya karena satu kunjungan ke Jakarta.

“Politik jangan jadi panggung ilusi. Yang dibutuhkan rakyat adalah terang, bukan tepuk tangan,” ucapnya.

Sayed juga mengingatkan agar para pemimpin tidak menjual angin kepada publik. Narasi keberhasilan yang dibesar-besarkan justru berisiko menimbulkan kekecewaan massal di kemudian hari.

Di sisi lain, Gubernur Wahid tetap percaya diri menyebut bahwa pertemuan dengan PLN membuahkan hasil.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan kabel bawah laut akan menghubungkan sistem kelistrikan di pulau-pulau dengan jaringan induk di daratan Sumatera.

“Ini akan memperkuat konektivitas dan pasokan listrik, serta mendorong investasi ke wilayah kepulauan,” kata Wahid seusai rapat bersama PLN, Komisi XII DPR, dan Pemkab Bengkalis di Bandara SSK II Pekanbaru, Selasa, 10 Juni 2025.

Wahid bahkan menargetkan proyek yang awalnya direncanakan selesai 2027 bisa rampung pada 2026.

Ia menyebut jaringan listrik tegangan tinggi 150 hingga 500 KVA akan dibangun, dengan target elektrifikasi penuh hingga desa-desa terpencil.

“Pertumbuhan kelistrikan kita 14 persen, energi 8 persen. Proyek ini akan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Riau,” ujarnya optimistis.

Direktur Distribusi PLN, Adi Priyanto, membenarkan bahwa pembangunan kabel laut ini merupakan bagian dari respons terhadap aspirasi pemerintah daerah.

Tapi ia tak menyebut bahwa lobi gubernur jadi penentu utama. “Tugas kami menjahit pulau-pulau agar terkoneksi listrik. Mohon doanya semoga pembangunan ini berjalan lancar,” katanya singkat.

Sayed menutup keterangannya dengan satu pesan keras: jangan menjual rencana orang lain sebagai prestasi sendiri.

Ia berharap, daripada fokus pada proyek spektakuler yang belum tentu dirasakan dampaknya dalam waktu dekat, pemerintah daerah lebih dulu menyelesaikan masalah dasar: kestabilan listrik di kota dan desa.

“Sebelum membangun mimpi di dasar laut, pastikan dulu rumah-rumah rakyat tak lagi gelap gulita,” tutupnya. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X