Ia pertama kali terpilih menjadi anggota DPRD Riau pada Pemilu 2014 dari daerah pemilihan Indragiri Hulu–Kuansing.
Lima tahun berselang, pada Pemilu 2019, ia kembali duduk di kursi legislatif dan kemudian dipercaya memimpin lembaga itu sebagai Ketua DPRD Riau.
Di internal partai, Yulisman sempat menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPD Golkar Riau.
Latar belakang akademisnya di bidang Ilmu Kimia Universitas Riau serta pengalaman organisasi sejak mahasiswa memperkaya perjalanan politiknya.
Ia pernah memimpin Senat Mahasiswa Universitas Riau (1995–1996), menjadi Ketua HMI Badko Riau (1998–2000), dan kemudian dipercaya sebagai Koordinator Presidium KAHMI Riau.
Kini, langkah politik Yulisman semakin menanjak. Ia berhasil meraih kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan Riau 2 dalam Pemilu 2024—membuktikan pengaruhnya di akar rumput masih kuat.
Dalam kontestasi itu, ia bahkan mengungguli beberapa nama besar dan petahana.
Momentum Regenerasi
Jika restu DPP benar-benar dikukuhkan dalam Musda besok, maka kepemimpinan Yulisman akan menandai babak baru bagi Golkar Riau.
Di bawah bayang-bayang isu korupsi yang sempat menjerat sejumlah kader, Yulisman dianggap mewakili semangat regenerasi dan harapan untuk membangun kembali kepercayaan publik terhadap partai berlambang pohon beringin itu.
Namun, jalan politik Yulisman tentu tidak akan mudah.
Tantangan utama datang dari konsolidasi internal pasca-Musda, terutama di tengah rivalitas antarblok yang masih menguat di tubuh partai.
Publik Riau akan menilai, sejauh mana Yulisman mampu meneguhkan posisi Golkar sebagai partai besar yang tetap solid dan berakar kuat di daerah. ***
Novrizon Burman, Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com