Sebagai langkah tanggap darurat, Pemko menggelar aksi bersih-bersih secara masif di seluruh kecamatan mulai Sabtu malam, 7 Juni 2025, hingga Ahad dinihari, 8 Juni 2025.
Aksi ini dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, didampingi Asisten II Ingot Ahmad Hutasuhut serta Pelaksana Tugas Kepala DLHK, Reza Aulia Putra.
Mereka turun ke lapangan bersama ratusan petugas kebersihan dan relawan.
Namun, upaya darurat ini dianggap terlambat oleh sejumlah warga dan aktivis lingkungan.
“Mengapa baru bergerak setelah aroma busuk menyebar ke mana-mana?” kata Reno, warga Panam.
“Sampah sudah menggunung di TPS-TPS liar. Tindak lanjutnya harus lebih dari sekadar bersih-bersih."
Skandal pengadaan angkutan sampah di Pekanbaru menyisakan jejak yang lebih busuk daripada sampah itu sendiri.
Bukan hanya soal tumpukan limbah yang merusak lingkungan, tetapi juga dugaan sistem yang dikooptasi demi keuntungan segelintir orang.
Sementara itu, warga hanya bisa menutup hidung, menunggu keadilan turun bersama bau busuk yang belum juga reda. ***
Novrizon Burman
Pemred/Penanggung Jawab RiauSatu.com