kolom

Ini Dia Tiga Calon Kuat Sekda Riau, Catatan Politik Novrizon Burman

Selasa, 27 Mei 2025 | 11:32 WIB
Novrizon Burman, Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Riausatu.com.

DI BALIK sunyinya ruang seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, publik sebenarnya sedang menanti satu keputusan penting: siapa yang akan menjadi nakhoda birokrasi pasca-Gubernur Abdul Wahid dilantik?

Dari sepuluh pelamar, lima orang dinyatakan lolos seleksi administrasi oleh Pansel Terbuka Pimpinan Tinggi Madya Sekdaprov Riau, yang diketuai oleh Prof Dr Ilyas Husti itu.

Mereka adalah M Taufiq Oesman Hamid (Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Riau, Syahrial Abdi (Kepala Dinas Perkebunan Riau), Erisman Yahya (Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Riau), Jafrinaldi (Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kuantan Singingi, dan Yusfa Hendri (Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Batam).

Tiga nama digadang-gadang paling kuat: M Taufiq Oesman Hamid, Syahrial Abdi, dan Erisman Yahya.

Ketiganya, punya rekam jejak panjang di lingkungan pemerintahan daerah di Provinsi Riau.

Tapi peta persaingan kali ini tak hanya soal curriculum vitae (CV), melainkan juga tentang siapa yang paling dipercaya—oleh Gubernur maupun Pusat.

Erisman Yahya mencuri perhatian publik. Ia menjabat dua posisi strategis sekaligus: Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Riau dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Riau.

Bagi pengamat seperti Alfitra Salam, ini mencerminkan kepercayaan penuh dari gubernur. Ia juga “putra daerah”, faktor non-formal yang kerap jadi pertimbangan di birokrasi lokal.

Namun, M Taufiq yang sekarang dipercaya menjadi Penjabat (Pj) Sekda Provinsi Riau–, juga tak kalah kuat.

Jabatan definitif M Taufiq di sektor industri dan kedekatannya dengan Mendagri Tito Karnavian—sesama putra Sumsel—membuatnya dinilai punya akses langsung ke Pusat.

Dalam birokrasi Indonesia yang masih sangat sentralistik, hal ini bukan perkara sepele.

Syahrial Abdi mungkin tidak menonjol secara politik, tapi justru bisa jadi pilihan aman dan moderat.

Sosok Syahrial Abdi mewakili birokrat konservatif yang bisa menjaga keseimbangan internal.

Yang menarik, ketiganya memilih diam. Tidak banyak komentar, tidak ada klaim "kemenangan".

Mungkin karena aturan seleksi. Mungkin karena mereka sadar: terlalu vokal bisa jadi bumerang di tengah tarik-menarik kepentingan.

Halaman:

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB