Iwan Fatah melukis di atas kanvas, dengan warna dan garis yang jelas. Sementara SF—dengan segala hormat—masih tampak menggambar di udara, berharap imajinasi bisa menjelma menjadi kenyataan.
Tentu, politik tidak selamanya linier. Tapi di Golkar, jalan yang diambil harus tetap berpijak pada tradisi, aturan, dan kekuatan akar rumput.
Di sinilah bedanya: antara kanvas yang nyata dan awang-awang yang semu. ***
Ridwan GP
Kader Golkar.