Oleh: Novrizon Burman
MUSYAWARAH Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Riau bakal digelar pada 2025.
Dalam agenda penting tersebut, salah satu fokus utama adalah pemilihan Ketua Golkar Riau untuk periode 2025-2030.
Posisi ini akan menggantikan kepemimpinan Syamsuar yang telah menjabat sebelumnya.
Seiring dengan semakin dekatnya Musda, beberapa nama kader Golkar mulai mencuat sebagai kandidat potensial untuk menduduki kursi Ketua Golkar Riau.
Saat ini, terdapat tiga nama dari internal partai yang digadang-gadang memiliki peluang besar, yaitu Yulisman, Parisman Ikhwan, dan Karmila Sari.
Dari tiga nama calon dari kader Golkar, tinggal Parisman Ikhwan yang disebut-sebut bakalan maju dalam perebutan kursi nomor satu di Partai Beringin Riau itu.
Yulisman dan Karmila Sari dikabarkan tidak jadi maju, dengan berbagai pertimbangan.
Namun, di luar kandidat internal, muncul juga nama dari eksternal partai, yakni SF Hariyanto, yang berminat untuk maju dalam kontestasi ini.
Dengan catatan, SF Hariyanto yang notabene Wakil Gubernur Riau terpilih bisa maju kalau mendapat diskresi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.
Lantaran sesuai Peraturan Organisasi (PO) Partai Golkar, salah satu persyaratan calon ketua mesti pernah menjadi pengurus Golkar.
Dengan demikian, pertarungan memperebutkan kursi Ketua Golkar Riau 2025-2030, bakalan berlangsung seru antara kader internal Parisman Ihwan melawan SF Hariyanto, figur eksternal.
Saling Klaim
Politik dinamis, terus berubah-ubah tergantung dari sudut mana Anda menganalisanya.
Terkini, pasca kunjungan kerja sehari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Riau, Rabu (5/2/25), peta kekuatan aspiran ketua Golkar diklaim berubah drastis.