Termasuk juga melawan kandidat Ketua Golkar Riau, Parisman Ikhwan, yang telah mendapat dukungan penuh dari hampir seluruh pemilik hak suara di Musda PG 2025 yang ingin PG dipimpin oleh kader internal.
"lmu" apa gerangan yang dipakai SF melawan dua kekuatan tersebut?
Mengandalkan diskresi Ketua Umum DPP PG?
Pertama, diskresi itu tidak mudah didapat. Dan kedua, kalaupun diskresi itu dapat, bisa gagal merebut Ketua di Musda dengan dinamika tersendiri.
Buat saya pribadi dan juga kawan-kawan di PG, Musda PG Riau 2025 adalah ajang pembenahan partai untuk lebih baik ke depan.
Bukan dijadikan "alat"untuk kepentingan kelompok bersifat pragmatis yang keterlaluan!
Wassalam. ***
Ridwan GP
Kader Golkar Hampir 40 Tahun