Saya komunikasi dengan Pak Syamsuar dan mendorong beliau untuk maju kembali memimpin PG Riau. Walaupun saya tahu bahwa beliau ingin istirahat.
Saya sampaikan PG Riau perlu perekat untuk satukan kekuatan kembali.
Beliau tahu di mana ‘kelemahan’ itu dan ‘pembenahan’ apa yang dilakukan.
Yang diperlukan dari beliau adalah membuka ruang untuk mendengar masukan dan mendiskusikannya bersama.
Tapi, saya hormati putusan beliau yang ingin istirahat.
Tinggal kita menguji kapasitas dan melihat PDLT (Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tidak Tercela).
Ada ‘rekam jejak’ kedua calon yaitu antara Karmila Sari atau Parisman Ikhwan. Dan, kemungkinan munculnya nama lain dari dalam atau luar.
Semua serba mungkin.
Ada komen lucu yang disampaikan: jangan pilih yang pelit.
Mungkin maksud dia: pelit ide atau gagasan.
Wassalam. ***
Ridwan GP
Kader Golkar Hampir 40 Tahun