kolom

In Memoriam: Wartawan Senior dan Pencinta Buku, Ismet Rauf

Kamis, 6 Juni 2024 | 11:58 WIB
Ismet Rauf, semasa hidup dalam satu kegiatan. (f: istimewa)

Oleh: Aat Surya Safaat

“TULISAN, bagaimanapun, demikian berguna bagi kehidupan masyarakat secara luas. Tidak mudah memang. Perlu ketekunan dan kerja keras agar kita pandai menulis. Tetapi sejatinya kita pasti bisa! Karenanya perlu pula disadari bahwa menulis adalah ibadah dan menuangkan pikiran melalui tulisan adalah juga bernilai sedekah.”

Demikian kata-kata bijak dari almarhum Ismet Rauf, wartawan senior yang juga penulis andal dalam satu kesempatan bincang-bincang dengan beberapa wartawan yunior di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ismet Rauf berpulang ke Rahmatullah pada hari Rabu, tanggal 5 Juni 2024, di kediamannya di Depok Jawa Barat, dalam usia 79 tahun.

Pencinta buku dan penulis yang lahir di Payakumbuh Sumatera Barat pada 15 November 1945 itu, meninggalkan seorang istri, Yunidar Ismet, dan tiga anak laki-laki yaitu Rully R Ismet, Reza T Ismet, dan Aga W Ismet.

Almarhum meninggal dunia pada pukul 08.00 dan dikebumikan pada 14.30 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Rawa Geni, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat dengan diantar oleh keluarga dan sanak famili serta rekan-rekan almarhum sesama wartawan.

Khusus di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan di komunitas wartawan pada umumya, siapa tak kenal Ismet Rauf.

Almarhum adalah peraih Anugerah “Press Card Number One” dari PWI, dan penerima Penghargaan “Long Life Achievement” dari Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, tempatnya mengabdi sejak 1967 hingga 2002.

Almarhum saat aktif sebagai wartawan Antara sering menjuarai lomba karya tulis yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga di Jakarta.

Tulisannya yang berupa feature (karangan khas) selalu “interesting”, “inspiring”, dan “motivating”, sehingga tak heran almarhum menjadi teladan bagi para wartawan yunior di kantor berita tersebut.

Jurnalis senior itu kenyang pengalaman sebagai wartawan, baik di dalam maupun di luar negeri.

Dia pernah menjadi Kepala Biro LKBN Antara di Kuala Lumpur, Malaysia dan pernah melaksanakan tugas jurnalistik ke belasan negara, dari negara tetangga terdekat Singapura hingga Australia, Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat.

Semasa hidupnya, almarhum juga banyak menulis buku, baik secara individu maupun bersama tim, di antaranya “Perjalanan Panjang PWI” yang diterbitkan oleh PWI Pusat pada September 2018 dengan editor Wartawan Senior Djunaedi Tjunti Agus dan Widodo A.

Wartawan senior yang sering mendapat amanah sebagai Ketua Dewan Juri pada lomba karya tulis di Pusat Bahasa itu, juga menjadi Ketua Tim Penulis Buku "Diplomasi Indonesia dari Masa Ke Masa" (lima jilid), yang diterbitkan oleh Kementerian Luar Negeri RI pada 1997.

Sebelumnya, Ismet Rauf bersama wartawan senior Saleh Dani Adam dan Riyanto D Wahono (semuanya sudah almarhum), menulis buku “Siapa Siapa Wartawan Jakarta”.

Halaman:

Tags

Terkini

Dunia Hanyalah WC, Catatan Religi Ramon Damora

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:51 WIB

Don Dasco Layak Jadi Wapres, Apalagi Mendagri

Minggu, 7 Juni 2026 | 21:40 WIB