“Saudara sempat makan di restoran yang ada di sana?”
“Betul. Saya sempat makan di restoran di hotel Pas Ples.”
“Siapa yang memesan makanan Makanan dan minuman di sana.”
“Panitia TKI yang ada di Hongkong. Saya tidak mengerti makanan yang ada dalam menu, karena bahasa Mandarin. Cuma ada sedikit terjemahannya Bahasa Inggris."
Penyidik berhenti sejenak bertanya.
"Bentar kami harus konsultasi dulu."
Penyidik itu kemudian keluar dari ruangan. Dia berbicara dengan dua orang sesama penyidik lainnya, salah satunya komandannya. Mereka berbicara serius. Sekitar sepuluh menit kemudian penyidik yang tadi bertanya meneruskan meminta keterangan dari Sang Tokoh.
“Tadi Saudara mengatakan menu di restoran Pas Ples itu berbahasa Madarin?”
“Betul!”
“Tidak ada bahasa Indonesia sama sekali?”
“Ya tidaklah Pak. Apa urusan restoran di Hongkong memakai Bahasa Indonesia? Ya sama sekali tidak ada terjemahan Indonesianya.”
"Jadi pada tanggal 25 April, Saudara ada di Hotel Pas Ples Hongkong.”
“Iya dari tadi saya mengatakan dan berbicara soal acara di Hongkong. Di Hotel di Hongkong.”
“Saudara punya bukti Saudara ke Hongkong dan acara di Hotel Pas Ples Hongkong.”
“Ya. Saya masih punya boarding pass. Punya stempel di pasport. Dan nanti saya juga dapat menghadirkan para panitia TKI di Hongkong. Biar saya yang tanggung semua biaya.”