“Saya tidak mengetahui dan tidak ingat sama sekali. Setiap selesai memberi ceramah di mana saja, selalu ada yang minta foto semacam itu. Jadi saya tidak ingat sama sekali."
"Atau mungkin Saudara mengetahui di mana foto tersebut diambil."
"Saya tidak mengetahuinya. Tidak mengingatnya.”
“Apakah Saudara sering berceramah di hotel-hotel?”
“Betul saya sering berceramah dari hotel ke hotel.”
“Apakah betul pada tanggal 25 April, Saudara memberikan ceramah di Hotel Pas Ples?”
Sang Tokoh melihat telepon genggamnya uhtuk memeriksa jadwanya.
“Betul tanggal 25 April, saya ceramah di Hotel Pas Ples!”
“Jelaskan bagaimana Saudara sampai ke Hotel Pas Ples.”
“Waktu itu saya dari bandara dijemput langsung oleh panitia lokal dengan mobil menuju hotel. Tapi sebelum sampai hotel, saya diajak makan di restoran yang halal lebih dahulu. Setelah itu barulah saya diantar ke Horel Pas Ples.
“Saudara masih ingat siapa yang mengundang Saudara pada tanggal 25 April itu?”
“Saya masih ingat. Mereka adalah para Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong. Untuk menghormati saya mereka mencari venue ceramah dan hotel saya di Hotel Pas Ples.
Di Hongkong hotel ini di tengah kota. Dan waktu itu kabarnya lagi ada promo. Jadi para TKI di Hongkong masih sanggup membayarnya.”
“Saudara berceramah di Horel Pas Ples?”
“Betul”