“Saya tidak dapat mengungkapkannya. Saya sudah berkomitmen tidak memberitahu identitasnya,” kilah Sang Tokoh.
Menurut Sang Tokoh, pengirim tayangan itu mengungkapkan kepadanya:
“Jebakan operasi ini sudah berlangsung sekitar dua tahunan. Pelakunya merupakan jaringan yang teliti. Melibatkan jaringan yang terorganisir dengan baik, dari unsur pelaksana sampai tingkat yang memiliki wewenang penahanan kasus.
Setiap sebelum operasi, CCTV pasti sudah diatur agar tidak berfungsi. Dengan begitu tidak ada alat bukti.
Namun pada hari itu pengirim paket yang sebenarnya tidak setuju dengan cara-cara seperti itu, dengan berbagai cara membiarkan CCTV hidup sehinga menjadi bukti kuat. Bukti Menohok. Setelah meng-copy-nya, dia mengirim ke Sang Tokoh sampai akhirnya viral.”
Setelah tayangan itu, telepon genggam Sang Tokoh sudah berkali-kali mendapat panggilan dari nomor tidak dikenal terus menerus. Semua panggilan tersebut tidak diangkat. Soalnya, nomornya dia tidak kenal.
Baru setelah lebih sepuluh kali, ada WA yang menjelaskan siapa peneleponnya, baru diangkat Sang Tokoh.Ternyata dari Kanit yang menangani perkara penahanan anak pamannya.
“Izin, apakah kita dapat jumpa?” tanya suara dari seberang.
“Saudara saya sudah dikeluarkan belum?”
“Itulah yang ingin saya bahas bersama.”
“Dari awal sudah jelas, saya minta saudara saya dilepas. Dibebaskan tanpa syarat.”
“Sedang dalam proses pengurusan administrasi. Gak lama lagi dia bebas.”
“Ya, terima kasih.”
“Tapi kita perlu bertemu untuk membahas soal ini.”
“Ya laksanakanya sesuai hukum dan perundang-undangan yang berlaku!”