Rombongan Sang Tokoh berdiri, dan sebelum keluar Sang Tokoh menyodorkan tangannya untuk bersalaman, namun ditolak.
Keluar dari sana, ketiganya menuju restoran mencari pengganjal perut. Mereka makan lumayan lahap.
Di restoran itu waktu Sang Tokoh melihat media sosial, sudah ada beberapa tayangan yang serupa: sebuah mobil dihentikan oleh petugas rahasia. Pengemudinya ditanya dan diperiksa surat-suratnya. Selain itu mobilpun digeledah dengan teliti.
“Maaf mengganggu kenyamanannya. Ini operasi rutin,” kata seorang petugas.
Mereka terdiri dari tiga orang. Dua orang memeriksa bagian dalam mobil dan seorang lagi khusus bagian bagasi.
Dari CCTV di belakang bagasi, setelah di-zoom nampak petugas yang memeriksa bagasi meletakan bungkus. Lalu petugas membawa penumpang mobil menuju bagasi dan menunjuk ke bungkusan itu yang diletakkan tadi. Ternyata narkoba jenis sabu.
Pengemudi mobil terkejut tapi tak dapat berbuat apa-apa. Dia harus menerima kenyataan dituduh membawa sabu. Padahal, jelas terang-terangan dia dijebak. Sabu itu justeru diletakkan oleh petugas yang memeriksa mobilnya.
Pengemudi mobil itu adalah anak paman dari Sang Tokoh. Dengan kata lain, dia korban dari satu kegiatan mata rantai berkedok operasi razia.
Hanya dalam beberapa jam tayangan tersebut telah viral. Sudah ditonton 20 juta lebih orang. Sudah menjadi bahan pembicaraan publik.
Berikutnya, konten tersebut sudah tayang di televisi nasional. Hanya siaran di televisi sudah ada tambahan keterangan “terduga pelaku sudah dilaporkan ke Propam.”
Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?
Rupanya kiriman paket khusus untuk Sang Tokoh berisi flash disk. Di dalam flash disk itu ada konten atau tayangan yang tersebar.
Sewaktu mau berangkat di pagi hari tadi, Sang Tokoh sudah menyebarkan tayangan itu, sehingga jadi viral.
Dari mana Sang Tokoh dapat flash disk tersebut? Sang Tokoh mengetahui dengan tepat siapa pengirimnya, namun lantaran pengirimnya sejak awal minta tidak diungkap indentitasnya, Sang Tokoh tak mengungkap siapa diri pengirimnya.
Tetapi jika melihat dari jenis tayangannya ada dua kemungkinan: petugas Pemda yang dapat memonitor lalu lintas melalui CCTV, atau unsur dalam polisi sendiri. Mana yang betul?