kolom

Novelet Religi “Sang Tokoh”: [13] Tas Hermes dan Paket Misterius

Minggu, 24 Maret 2024 | 23:55 WIB
Wina Armada Sukardi. (f: istimewa)

“Tapi kan belum ada tea urine?”

“Mau kami bantu atau tidak,” polisi ini menjawab dengan nada tinggi. 

“Kalau sudah tes urine lain lagi soalnya. Kalau hasil tesnya negatif, tuduhannya malah menjadi pengedar. Itu lebih berat lagi.”

“Soalnya pengakuan orangnya dia gak bawa narkoba apa-apa!”

“Ini bukan aoal pengakuan. Ini soal hukum. Faktanya dia sudah tertangkap tangan. Mengaku gak mengaku, gak ada soal.”

Dia memandang wajah Sang Tokoh. Waktu mata mereka bertumpukan, serta merta si polisi mengalihkan pandangannya

dari Sang Tokoh. Dia tak sanggup beradu mata dengan Sang Tokoh. Kalah wibawa.

“Begini aja. Udah kasusnya diproses seperti biasa,” ujar polisi itu. Sang Tokoh faham, ini cuma gertakan saja. Banyak kisah semacam ini dia dengar darı kawan-kawannya yang mengalaminya sendiri. Sang Tokoh mencoba pura-pura melakukan tarik ulur.

“Tapi, apa gak mungkin ada kebijaksanaan?” pancing Sang Tokoh.

“Maksudnya gimana?”

“Mungkin nominal dikurangi sesuai dengan tingkat kesalahannya? Juga tenggang waktu pembayaran?”

“Biar faham aja. Saya bukan tidak mengetahui siapa Bapak. Kan orang terkenal. Tapi sebagai aparat kami tidak memandang bulu. Semua kami perlakuan sama. Jangan mentang-mentang orang tersohor, mau diperlakukan istimewa. Tidak ada itu.”

Itu cuma sandiwara Sang Tokoh dan keluarga diam saja.

“Silakan pikirkan saja! Saya tunggu jawabannya segera. Kalau  berkenan, tidak soal.”

“Baik. Beri kami waktu dua hari.”

Halaman:

Tags

Terkini

BPN Pekanbaru dan Wajah Buram Perang Melawan Mafia Tanah

Sabtu, 20 September 2025 | 11:38 WIB