Setelah urusan administrasi selesai, Sang Tokoh dan keluarganya masih boleh dan dapat bertemu dengan anak pamannya. Bapak dan anak langsung berpelukan. Diikuti peluk dengan ayah Sang Tokoh dan Sang Tokoh sendiri.
Lantaran waktunya sempit, anak pamannya itu “diinterograsi” ramai-ramai.
“Kok bisa sampai begini?” Bapaknya sendiri yang memulai.
“Saya gak tahu sama sekali!”
“Kejadiannya gimana?”
“Ada razia di jalan. Setelah diperiksa, bagasi mobil saya ditemukan bubuk sabu. Katanya, tiga bungkus.”
“Apa kamu diam-diam pakai sabu. Sudah berapa lama?”
“Apanya yang sudah berapa lama? Saya gak pernah pakai sabu. Nyentuh aja gek pernah!”
“Benar gak pernah nyanbu?” giliran Sang Tokoh bertanya
“Boro-boro narkoba. Ganja, ekstasi, sabu, pasti tidak. Rokok aja enggak. Tahu kan, saya justeru olahraga terus. Gak ada kamusnya pake narkoba”
“Temen barangkali?”
“Rasanya enggak juga.”
“Jangan-jangan, gak memakai, tapi malah jadi bandar?”
“Apalagi bandar. Seluk beluk dagang narkoba saja gak faham, masa mau jadi bandar?”
“Kejadiannya gimana?