Oleh: Wina Armada Sukardi
SEPULANG berlibur dari Bali, Sang Tokoh merasa lebih segar dan lebih bugar. Dia pun mulai menerima kembali undangan berceramah atawa menjadi khotib.
Sang tokoh tidak memilah-milah undangan siapa yang diterimanya. Dari ibu-ibu, muda-muda masjid, instansi atau lembaga negara manapun, dari kaum the have sampai kaum tak mampu.
Begitu pula dari tenaga kerja dan mahasiswa Indonesia di luar negeri yang meminta hadir dan ceramah di sana, juga dipenuhi. Bahkan, dari organisasi non muslim pun diterimanya dengan baik. Semuanya disesuaikan dengan ketersediaan jadwal.
Permintaan dapat membludak mungkin juga lantaran sang Tokoh tidak pernah mematok tarif, berapa saja diterimanya. Bahkan, jika ada pengundang yang tak mampu memberi honor pun tetap dilayani. Jika diperlukan, malah Sang Tokoh yang menyumbang organisasi yang tidak mampu itu.
Nama Sang Tokoh pun melambung. Dia sudah menjadi publik figur. Dikenal di mana-mana. Dan, yang lebih penting diterima dimana-mana.
Ceramahnya dikenal memiliki referensi yang luas, berwawasan dengan banyak dimensi. Lugas tetapi tidak mengandung kebencian. Keras tetapi tanpa berteriak. Lincah tetapi tidak genit. Materinya juga selalu relevan dengan pengundang dan kondisi sosial, hukum, politik serta tatanan yang ada di masyarakat.
Hari ini, Sang Tokoh diundang oleh seorang pengusaha sekaligus politikus ternama di rumah yang bersangkutan. Dia diminta datang lebih dahulu dari tamu-tamu lainnya. “Biar kita dapat bicara lebih dalam sebentar,” kata pengundangnya.
Turun dari mobil Sang Tokoh disambut langsung oleh tuan rumahnya. Sang Tokoh diperkenalkan dengan anak isteri dan beberapa orang dekatnya yang juga tiba lebih dahulu.
Lalu dia diajak keliling “tour” di rumah pengundangnya itu. Rumah yang terletak di daerah elite tersebut sangat luas. Sang Tokoh memperkirakan luas rumahnya sekitar 5.000 sampai 8.000. meter persegi. Di depan ada beberapa ruang untuk menerima tamu. Juga ada dua buah ruang buat rapat terbatas dan semacam aula besar.
Dari depan bisa masuk ke basemen, tempat parkir mobil tamu dan tempat koleksi mobil pemilik rumah, terutama mobil mewah dan mobil antik berderet di sana.
Masuk ke dalam sedikit, ada ruang keluarga dan beberapa ruang fungsional untuk fitness, salon, karaoke, bioskop mini, dan sebagainya.
Setelah itu menyambung ada kolam renang ukuran setengah olimpiade lengkap demgan tempat mandi dan ganti pakaian. Tak ketingalan ada saunanya.
Baru setelah itu ada ruang makan keluarga. Di daerah ini ada galeri lukisan dan benda-benda seni.
Barulah pada bagian akhir terdapat kamar-kamar. Di antara setiap bagian rumah, ada beberapa burung berkicau.