7–8 Agustus 2025 — OTT di Jakarta, Kendari, dan Makassar terkait dugaan korupsi proyek RSUD Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.
13 Agustus 2025 — OTT di Jakarta terkait dugaan suap kerja sama pengelolaan kawasan hutan.
20 Agustus 2025 — OTT kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kementerian Ketenagakerjaan.
3 November 2025 — OTT terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid, terkait dugaan pemerasan di lingkungan Pemprov Riau TA 2025.
7 November 2025 — OTT terhadap Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, terkait dugaan suap jabatan, proyek RSUD dr. Harjono, dan gratifikasi.
9–10 Desember 2025 — OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, terkait dugaan penerimaan hadiah dan gratifikasi.
17–18 Desember 2025 — OTT di Tangerang yang menjerat seorang jaksa, dua pengacara, dan enam pihak swasta, dengan barang bukti uang tunai Rp900 juta.
18 Desember 2025 — OTT di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. KPK menangkap 10 orang, termasuk Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.
18 Desember 2025 — OTT di Kalimantan Selatan.
Rangkaian OTT tersebut menegaskan bahwa KPK masih mengandalkan operasi senyap sebagai instrumen utama penindakan.
Dengan intensitas yang terus meningkat di akhir tahun, publik pun menanti: siapa target OTT KPK berikutnya? ***