Bukti absennya rambu peringatan dan sistem pengamanan di lokasi kolam limbah;
Foto dua balita korban yang tewas di lokasi kejadian.
"Kami menyimpulkan adanya pembiaran terhadap pencemaran limbah dan kelalaian pengamanan di areal kerja PHR. Situasi ini sangat fatal dan mengarah pada kelalaian sistemik," ujar Ketua Umum DPN PETIR, Jack Sihombing, Jumat, 13 Juni 2025.
PETIR mendesak aparat penegak hukum tidak hanya memeriksa level bawah perusahaan, melainkan juga mengusut tanggung jawab struktural hingga ke jajaran direksi.
"Dirut PHR tidak bisa berlindung di balik prosedur teknis. Ini soal nyawa manusia dan tanggung jawab korporasi," tegas Jack.
Lambannya pemeriksaan terhadap pucuk pimpinan PHR memunculkan spekulasi: benarkah hukum berjalan adil dalam kasus ini, atau ada kekuatan besar yang melindungi elite korporasi?
Publik pun bertanya-tanya, sampai kapan tragedi lingkungan yang menelan korban jiwa akan diproses setengah hati? ***