“Ini bukan kasus tunggal,” kata seorang sumber internal di lingkungan perbankan yang meminta identitasnya disembunyikan.
“Sudah jadi semacam pola: kredit macet, jaminan disita, harga ditekan, lalu dijual ke pihak yang punya koneksi kuat.”
Riau Satu menelusuri lebih jauh latar belakang Zamhur, sang pembeli.
Selain posisinya di dinas pariwisata, Zamhur adalah bagian dari lingkar dalam kekuasaan Kabupaten Kampar.
Salah satu kolega Zamhur di pemerintahan menyebut bahwa hubungan keluarganya dengan Bupati telah lama membuka jalan bagi akumulasi aset.
“Dulu dia tak terlalu kelihatan. Tapi setelah saudaranya jadi bupati, pelan-pelan naik,” ujar kolega itu.
Lebih mengherankan lagi, dalam empat kali sidang di Pengadilan Negeri Pekanbaru, pihak BRI tak pernah hadir.
Absennya tergugat memunculkan spekulasi bahwa ada kekuatan yang sengaja mengulur proses hukum.
“Mereka sengaja tidak datang. Mungkin berharap kasus ini reda sendiri,” ujar kuasa hukum H.
Sampai berita ini tayang, Zumrotun tidak merespon pertanyaan klarifikasi yang dikirim Riau Satu melalui pesan WhatsApp. ***