"Informasi yang sangat menarik kami peroleh, ada perangkat HP pejabat PHR diproses digital forensik oleh Komite Audit Pertamina, apakah benar?," sambung Yusri lagi.
Sehingga apa sebenarnya persoalan di PHR bisa diketahui masyarakat luas, termasuk beredarnya bisik-bisik di kalangan pengusaha migas terkait adanya dua pejabat PHR yang katanya mau ditusuk oleh cowboy Senayan di suatu tempat di Jakarta hanya gara-gara hasil tender yang tidak sesuai.
"Kami berharap, panja DPR RI harus bisa melacak informasi penting ini," pungkas Yusri.***