Forum Penyuluh Antikorupsi Riau Minta Gubri Copot Sekdaprov dari Pengarah I, Ini Alasannya

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Selasa, 11 April 2023 | 09:49 WIB
Bobson Samsir Simbolon bersama sejumlah pengurus Forum Penguluh Antikorupsi Riau bersama Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam satu acara penyuluhan anti korupsi. (f: istimewa)
Bobson Samsir Simbolon bersama sejumlah pengurus Forum Penguluh Antikorupsi Riau bersama Ketua KPK, Firli Bahuri, dalam satu acara penyuluhan anti korupsi. (f: istimewa)

PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Forum Penyuluh Antikorupsi (Fortak) Provinsi Riau mendesak Gubri Syamsyuar, selaku Dewan Pembina Fortak Riau, mencopot Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto ST MT, sebagai Pengarah I dalam Fortak Riau Masa Bakti 2022-2026 itu.

''Kami juga mendesak Gubernur Riau segera menyurati Mendagri dengan rekomendasi me-non-aktif-kan SF Hariyanto sebagai Sekdaprov Riau karena telah melakukan berbagai tindakan yang tidak bertanggungjawab," kata Koordinator Wilayah Bengkalis dan Kepulauan Meranti Fortak Riau, Bobson Samsir Simbolon, SH, C.L.A, C.P.L.C, C.T.L, C.M.L, kepada pers di Pekanbaru, Senin (10/4/2023) malam.

Bobson menjelaskan, dalam waktu sesegera mungkin pihaknya akan menemui Gubernur Syamsuar sebagai Pembina Forum Penyuluh Antikoupsi Provinsi Riau untuk membahas penonaktifan SF Hariyanto.

"Baik itu sebagai pengarah di forum, maupun penonaktifan beliau sebagai Sekdaprov Riau," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mendesak KPK untuk jangan berhenti dan mengusut tuntas persoalan dugaan korupsi SF Hariyanto sejak yang bersangkutan menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Riau hingga sekarang menjadi Sekdaprov Riau.

"Saya pikir, banyak proyek-proyek bermasalah selama beliau menjadi Kadis PU Riau, dan kasus hedonisme keluarganya bisa menjadi pintu masuk bagi KPK mengungkap semuanya," kata dia.

Bobson mengatakan, kasus hedonisme isteri dan anak Sekda Riau sebelumnya telah menjadi sorotan publik sehingga benar-benar harus dituntaskan.

"Terkait gaya hedon isteri dan anaknya itu, kemarin sudah dijawab dengan berbagai keterangan dan alasan, termasuk pesta ulang tahun di hotel bintang lima di Jakarta yang diakui di sebuah ruko, kemudian tas-tas branded yang dipakai isterinya diakui sebagai batang KW atau replika. Kebohongan ini menandakan yang bersangkutan tidak memiliki integritas," katanya.

Bobson menjelaskan, bahwa Forum Penyuluh Antikorupsi dibentuk oleh KPK untuk menjadi agen antikorupsi, mulai dari pencegahan hingga kampanye dan pendidikan.

Jadi, demikian Bobson, orang-orang yang berada di dalamnya termasuk pengarah harus benar-benar merupakan orang yang berintegritas.

"Jadi untuk persoalan Sekda Riau ini sudah benar-benar memalukan, gubernur sebagai pembina kami minta untuk evaluasi SF Hariyanto," katanya.

Viral di Medsos

Seperti diberitakan, Adrias, istri Sekdaprov Riau, SF Hariyanto, mendadak menjadi trending topic, viral dan tenar di jagat media situs berita (siber) dan medsos di Tanah Air.

Istri orang nomor satu ASN di Riau itu tertangkap netizen membagikan gaya hidup mewah atau flexing, dengan cara memperlihatkan koleksi tas mewah Hermes, sepeda Brompton, sepatu Gucci, dll, melalui account medsosnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X