'Tsunami' Korupsi BBM, Eks Petinggi Pertamina Ungkap Skenario Terburuk

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Selasa, 18 Maret 2025 | 22:15 WIB
Ilustrasi korupsi minyak di Pertamina. (f: internet)
Ilustrasi korupsi minyak di Pertamina. (f: internet)

"Pejabat yang menangani pembelian kini berada dalam tekanan besar. Jika kesalahan tidak segera diperjelas, bisa timbul ketakutan yang membuat mereka ragu dalam mengambil keputusan strategis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Suroso menekankan pentingnya perbaikan tata kelola perusahaan agar pengadaan BBM tetap berjalan lancar.

"Waktu terus berjalan, dan jika pengadaan terlambat, risikonya bisa semakin besar. Pasar tidak mengenal belas kasihan—terlambat membeli berarti harga naik. Jika pasokan terganggu, dampaknya akan lebih buruk," tuturnya.

Suroso mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi pada 2003, ketika pemerintah harus meminta bantuan Malaysia untuk memasok BBM akibat kelangkaan.

"Semoga kasus ini tidak berujung pada krisis pasokan yang merugikan masyarakat luas," pungkasnya. *

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

X