Sepanjang 2025, Tim RAGA melaksanakan 13.318 kegiatan preemtif, preventif, dan penindakan, serta berhasil mengungkap 7 kasus dengan 12 tersangka, terkait pemerasan, pengancaman, penguasaan lahan ilegal, dan pungutan liar.
“RAGA adalah simbol kehadiran negara. Bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memastikan masyarakat merasa aman,” tegas Kapolda.
Di ruang digital, Polda Riau mengembangkan RADAR (Riau Damai Anti Cyber Crime) sebagai respon terhadap meningkatnya kejahatan siber dan disinformasi. Program ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga literasi digital dan kolaborasi dengan masyarakat.
Sepanjang 2025, Polda Riau menerima 160 pengaduan melalui WhatsApp RADAR, dengan 99 laporan ditindaklanjuti, serta 604 pengaduan melalui patroli siber, dengan 409 laporan ditindaklanjuti. Survei terhadap 1.543 responden menunjukkan 72,7 persen masyarakat sangat setuju bahwa RADAR berkontribusi menciptakan masyarakat yang lebih bijak bermedia sosial.
Sementara itu, melalui program JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat), Polda Riau menjangkau wilayah pesisir dan perairan melalui 2.191 kegiatan, yang menyentuh langsung 4.659 masyarakat. Program ini mencakup layanan kesehatan, perpustakaan terapung, kebersihan pantai dan sungai, hingga tanggap darurat bencana.
Satkamling Hijau: Keamanan Lingkungan Berbasis Partisipasi Warga
Dalam penguatan keamanan lingkungan, Polda Riau menjalankan program Satkamling Hijau, yang mengintegrasikan keamanan swakarsa dengan kesadaran lingkungan.
Dari 23.901 RT di wilayah hukum Polda Riau, tercatat 23.643 RT telah memiliki Satkamling. Namun, hanya 1.894 RT yang aktif.
Karena itu, Polda Riau menetapkan langkah strategis dengan menargetkan aktivasi kembali 808 Satkamling pasif, serta pembentukan 1.771 Satkamling baru di wilayah yang belum memiliki Satkamling.
“Keamanan paling kuat adalah yang tumbuh dari warga itu sendiri. Polisi berperan menguatkan, bukan menggantikan,” ujar Kapolda.
Membangun Polisi yang Komunikatif: Pelatihan Public Speaking
Menyadari pentingnya komunikasi publik, Polda Riau juga melaksanakan pelatihan public speaking bagi seluruh personel Polres dan Polresta jajaran.
Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menyampaikan informasi secara persuasif dan membangun kepercayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung program Green Policing.
“Di era keterbukaan, setiap anggota Polri adalah wajah institusi. Cara berbicara sama pentingnya dengan cara bertindak,” kata Irjen Herry Heryawan.
Layanan Call Center Polri 110: Frontliner Kepercayaan Publik