TPPO: Perlindungan Korban dan Pemutusan Rantai Kejahatan
Dalam penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Polda Riau mencatat 20 perkara sepanjang 2025, dengan 21 perkara berhasil diselesaikan. Sebanyak 34 tersangka diamankan, sementara 185 korban berhasil diidentifikasi dan dilindungi.
Modus paling dominan pada 2025 adalah PMI/PRT, menunjukkan adanya pergeseran pola kejahatan dibanding tahun sebelumnya.
“TPPO adalah kejahatan kemanusiaan. Fokus kami bukan hanya menghukum pelaku, tetapi menyelamatkan korban dan memutus jaringan,” kata Kapolda.
Penanganan TPPO dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penyelidikan, pendampingan korban, hingga koordinasi lintas sektor dengan instansi terkait.
Lalu Lintas: Edukasi Massif dan Penanganan Kecelakaan Berbasis Keselamatan
Di bidang lalu lintas, Polda Riau mencatat dinamika peningkatan aktivitas masyarakat yang berdampak pada angka gangguan dan kecelakaan. Sepanjang 2025, jumlah pelanggaran lalu lintas mencapai 190.767 perkara, naik dibanding tahun 2024.
Kasus kecelakaan lalu lintas tercatat sebanyak 2.454 perkara, meningkat 17 persen. Namun demikian, angka korban meninggal dunia justru menurun, dari 557 orang pada 2024 menjadi 550 orang di 2025.
“Penurunan fatalitas ini menunjukkan bahwa edukasi dan kehadiran polisi di jalan memberi dampak nyata,” ujar Irjen Herry.
Upaya preemtif dan preventif dilakukan melalui ribuan kegiatan Police Go To School, Polisi Sahabat Anak, Safety Riding & Driving, kampanye keselamatan, hingga event Drag Bike Polda Riau sebagai wadah pembinaan bakat dan penekan balap liar.
Pendekatan Humanis dalam Konflik Sosial dan Unjuk Rasa
Dalam penanganan konflik sosial, Polda Riau mencatat 50 potensi konflik sepanjang 2025, dengan 41 kasus dalam proses dan 9 kasus selesai, mayoritas terkait persoalan agraria.
Pendekatan dialogis, mediasi, serta pemantauan isu media sosial menjadi strategi utama. Dalam pengamanan unjuk rasa, Polda Riau mengedepankan pendekatan humanis, termasuk melibatkan Polwan sebagai negosiator dan simbol penghormatan terhadap aspirasi masyarakat.
“Stabilitas keamanan tidak bisa hanya dijaga dengan kekuatan, tetapi dengan komunikasi dan kepercayaan,” ujar Kapolda.
Hadir Saat Bencana, Kirim Personel dan Ribuan Alat Pemulihan