Polda Riau juga menunjukkan komitmen kemanusiaan lintas wilayah. Dalam penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Polda Riau mengirimkan 290 personel, termasuk 42 psikolog untuk trauma healing, serta 6 truk logistik, 31 truk tangki air, 100 toren air, dan 3.459 unit peralatan pemulihan pascabencana.
“Kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah. Saat saudara kita membutuhkan, negara harus hadir,” kata Kapolda.
Satgas PKH dan TNTN: Dukungan Penegakan Hukum yang Terukur dan Humanis
Polda Riau juga berperan aktif mendukung Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), khususnya dalam penanganan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN).
Berdasarkan data yang ada, kawasan TNTN seluas 81.793 hektare menghadapi persoalan kompleks, mulai dari penguasaan lahan ilegal, pemukiman, hingga konflik sosial. Polda Riau telah menerima 5 laporan polisi sebagai bagian dari dukungan penegakan hukum Satgas PKH.
Kapolda menegaskan bahwa peran Polda Riau tidak berdiri sendiri.
“Kami hadir untuk memastikan proses penertiban berjalan aman, terukur, dan menghormati aspek kemanusiaan,” ujarnya.
Peran Polda Riau meliputi mediasi dengan kelompok penolak, penyidikan kasus intimidasi dan perusakan, pengamanan aksi unjuk rasa, serta penguatan program police community engagement.
Polda Riau juga terlibat dalam agenda relokasi dan pemulihan kawasan, termasuk edukasi publik bersama influencer dan dukungan simbolik seperti pemberian sarana kepada mahout gajah di TNTN.
Program Polda Riau: Pendekatan Presisi, Humanis, dan Berbasis Partisipasi Publik
Selain penegakan hukum, Polda Riau sepanjang 2025 mengembangkan sejumlah program strategis yang dirancang untuk memperkuat kehadiran negara di ruang fisik, ruang sosial, hingga ruang digital. Program-program ini menjadi fondasi pendekatan Polri Presisi yang adaptif terhadap dinamika masyarakat Riau.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan, keamanan modern tidak cukup hanya mengandalkan patroli dan penindakan.
“Kami membangun sistem. Polisi harus hadir di jalan, di laut, di ruang digital, dan di tengah masyarakat. Itulah arah program Polda Riau,” ujarnya.
RAGA, RADAR, dan JALUR: Hadir di Jalan, Dunia Digital, dan Wilayah Pesisir
Salah satu program unggulan adalah RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme), sebuah tim khusus yang menjalankan patroli gabungan secara terkoordinasi dan humanis untuk menekan geng motor, anarkisme, dan kejahatan jalanan.