Dalam hal ini pemerintah akan memperkuat koperasi dan UKM yang selama ini sudah menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Dikatakan, di tahun 2023 fokus memastikan seluruh regulasi dan program penciptaan ekosistem dapat dipastikan berkelanjutan.
Koperasi dan UMKM harus berperan tidak lagi dalam model bertahan atau survival, tetapi juga dengan pendekatan kewirausahaan.
"Kami melihat pada tahun 2023 bukan situasi ekonomi tidak mudah. Oleh karena itu, jalan utama agar ekonomi Indonesia tetap kokoh adalah dengan mengembangkan koperasi dan UKM yang lebih sistematis, terencana, terintegrasi, dan berkesinambungan. Kita harus keluar dari pendekatan survival ke pendekatan kewirausahaan," katanya.
Menurut Teten, tahun depan, perekonomian Indonesia masih dilanda ketidakpastian yang disebabkan oleh kelangkaan komoditas pangan, kenaikan harga energi, krisis iklim, konflik Rusia dan Ukraina yang berkepanjangan.
"Hal-hal tersebut berdampak pada disrupsi pasokan global akibat ada pembatasan ekspor dalam berbagai bentuk," ucapnya.
Teten menambahkan, pemerintah terus mendorong agar UMKM naik kelas. Namun, untuk mendorong UMKM harus ada langkah sinergisitas antar pemangku kepentingan terkait. Khususnya koperasi yang bisa berperan sebagai pihak yang memberikan pembiayaan terhadap pelaku UMKM.***