Menkop UKM Ingatkan Pentingnya Meningkatkan Peran Koperasi dan UMKM

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Selasa, 27 Desember 2022 | 19:48 WIB
Ilustrasi. (f: int)
Ilustrasi. (f: int)

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengingatkan soal pentingnya meningkatkan peran koperasi dan UMKM dalam perekonomian domestik. Dalam hal ini, koperasi dan UMKM tidak bisa hanya berada di wilayah marginal. Namun, harus ada upaya pengembangan lebih kuat

“Kita tidak ingin koperasi dan UMKM ini ada di hanya wilayah ekonomi marginal hanya untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Kami tidak ingin koperasi dan UKM diperlakukan sebagai ekonomi subsisten tapi kita ingin menjadi bagian arus pembangunan ekonomi nasional,” ucap Teten Masduki dalam acara Refleksi 2022 dan Outlook 2023, di Jakarta, Senin, 26 Desember 2022.

Sedangkan di bagian lain Menteri Teten mengatakan, pada tahun 2023 pemerintah tidak akan lagi menggulirkan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk UMKM.

“Per hari ini, pemerintah merasa UMKM sudah cukup pulih, survive (bertahan) sehingga program hibah BPUM tak diperlukan lagi,” katanya di Kemenkop UKM Jakarta, Senin, 26 Desember 2022 seperti dilansir dari Antara, dirilis Pikiran.Rakyat.com.

Namun, Teten menuturkan, pemerintah akan tetap bersiaga sambil melihat perkembangan ke depan.

Jika kondisi ekonomi tidak terlalu baik, pemerintah bisa saja melakukan penyesuaian.

“Nanti kita coba evaluasi. Kalau perkembangannya tidak terlalu bagus, ya seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah bisa melakukan adjustment (penyesuaian) terhadap program dan pembiayaan,” tuturnya.

Meski kondisi ekonomi global pada 2023 dinilai penuh tantangan, Teten mengatakan, hal itu bisa menjadi peluang bagi UMKM untuk mengisi permintaan dalam negeri.

Terlebih, UMKM dinilai lebih tahan banting dan mampu beradaptasi dengan baik ketika pandemi Covid-19 melanda.

“Ini yang kita akan terus perkuat bagaimana mendorong kemudahan UMKM mendapatkan akses pembiayaan baik lewat KUR maupun dana bergulir untuk koperasi termasuk juga kita membantu mereka menyiapkan produk-produknya supaya lebih berkualitas, lebih kompetitif,” kata Teten.

Kondisi pandemi Covid-19 disebut telah mendorong kenaikan secara signifikan jumlah UMKM yang bertransformasi ke e-commerce.

Di awal pandemi, tercatat hanya ada 8 juta UMKM yang terdigitalisasi. Sepanjang 2022, jumlahnya meningkat menjadi 20,76 juta UMKM yang sudah on-boarding ke ekosistem digital, terus melaju untuk mencapai target 30 juta UMKM go digital pada 2024.

Peran koperasi

Teten juga mengungkapkan soal pentingnya meningkatkan peran koperasi dan UMKM dalam perekonomian domestik. Dalam hal ini, koperasi dan UMKM tidak bisa hanya berada di wilayah marginal. Namun, harus ada upaya pengembangan lebih kuat.

Teten mengatakan, untuk mengantisipasi tantangan pada perekonomian global pemerintah akan memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X