JAKARTA, RIAUSATU.COM-Rencana pemangkasan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar merupakan upaya pemerintah menambah jumlah duit untuk dana pembangunan infrastruktur.
Alokasi duit infrastruktur itu rencananya turut diarahkan untuk program anyar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni, Program Indonesia Terang (PIT), Dana Ketahanan Energi (DKE), serta Strategic Petroleum Reserved (SPR).
Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kementerian ESDM, Sujatmiko mengatakan, pemerintah akan memangkas subsidi solar menjadi Rp350 per liter. Dana segar dari pemangkasan alokasi subsidi itu diupayakan untuk program yang bersifat jangka panjang.
''Subsidinya akan direalokasi ke program yang lebih tepat sasaran. Kita kan puna PIT, DKE, SPR,'' kata Sujatmiko di Jakarta, Senin (6/6/2016), sebagaimana dilansir inilah.com.
Meski begitu, pihaknya belum memperoleh gambaran seberapa besar alokasi dana yang nanti diperoleh untuk program anyar Kementerian ESDM. "Tapi kita belum tahu persi seberapanya. Minggu-minggu ini Banggar (Badan Anggaran) akan putuskan," tutur dia.
Sebagai informasi, PIT menjadi program strategis yang fokus utamanya melistriki daerah-daerah yang belum memiliki akses setrum. Daerah yang difokuskan dalam PIT adalah wilayah Indonesia timur. Adapun pembangkit listrik yang terbangun nantinya berbasis energi baru terbarukan (EBT).
Sementara itu, DKE menjadi program yang dimanfaatkan Kementerian ESDM untuk sejumlah hal, seperti memberi subsidi untuk pembelian setrum yang tidak sesuai keekonomian PT PLN (Persero), hingga menjadi bantalan saat harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan.
Adapun SPR merupakan infrastruktur tangki timbun berisi minyak mentah dan produk BBM, yang sifatnya sebagai buffer stock. (dri)