Tapi diakui Herman, untuk perusahaan yang mengelola air minum memang jarang yang menghasilkan keuntungan karena pelanggannya tidak banyak, kemudian harga yang ditetapkan sangat bersaing. "Orang sekarang kalau perlu air minum cukup membeli air galon saja. Murah," katanya.
Herman menyarankan dilakukan evaluasi, tetapi dengan catatan: harus tetap menggunakan pendekatan bisnis. Yang perlu dicari tahu, ujarnya, kenapa belum juga mampu menghasilkan benefit?
"Dalam konteks ini istilah yang pas adalah benefit, karena mengandung muatan profit dan sosial. Berbeda dengan profit yang hanya bicara soal keuntungan semata," tutup Herman. ***