Sejumlah program Quick Win seperti SPPG Gotong Royong, renovasi rumah, digitalisasi UMKM, dan pelatihan SDM lokal disampaikan sebagai bagian dari kontribusi Kadin dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu agenda yang mendapat sorotan adalah inisiatif “Naik Kelas”, yang mendorong UMKM berkembang menjadi usaha menengah dan besar.
Mewakili Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Asisten II Setdaprov Riau, Drs. H. Helmi D, M.Pd., menegaskan bahwa Rapimprov tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi forum strategis perumusan kebijakan ekonomi yang lebih adaptif.
Pemerintah Provinsi Riau mencatat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) 4,74 persen pada kuartal III 2025, dengan realisasi investasi mencapai Rp55,89 triliun.
“Capaian ini menempatkan Riau sebagai provinsi dengan PDRB terbesar keenam nasional dan investasi tertinggi di Sumatera,” kata Helmi.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Kadin Riau dalam menggerakkan roda ekonomi daerah dan memperluas peluang usaha masyarakat
Rapimprov Kadin Riau 2025 turut merumuskan rekomendasi untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan produktivitas pelaku usaha.
Hasil forum ini menjadi masukan penting menjelang Rapimnas Kadin Indonesia pada 30 November–2 Desember 2025 di Jakarta.
Dengan beragam agenda yang dibahas, Rapimprov Kadin Riau 2025 menjadi langkah strategis memperkuat posisi Riau sebagai motor ekonomi Sumatera dan bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional. ***