“Kalau dibiarkan, Pertamina akan terus menjadi sapi perahan politik,” ucapnya.
Kritik penunjukan Hasan Nasbi hanyalah puncak dari gunung es panjang masalah tata kelola BUMN energi ini.
Pertanyaan publik sederhana: siapa sebenarnya yang dikawal oleh komisaris Pertamina: kepentingan bangsa atau kepentingan politik? ***